100.000 APD Mulai Didistribusikan ke Daerah di Pulau Jawa dan Bali

Kompas.com - 23/03/2020, 10:19 WIB
Seorang warga mengenakan masker saat deklarasi Bersama Lawan Corona (COVID-19) di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020). Deklarasi Bersama Lawan Corona (COVID-19) yang diikuti anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan Dewi Aryani, TNI, Polisi dan warga setempat tersebut untuk mengajak seluruh masyarakat hidup bersih dan sehat untuk antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc. ANTARA FOTO/Oky LukmansyahSeorang warga mengenakan masker saat deklarasi Bersama Lawan Corona (COVID-19) di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020). Deklarasi Bersama Lawan Corona (COVID-19) yang diikuti anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan Dewi Aryani, TNI, Polisi dan warga setempat tersebut untuk mengajak seluruh masyarakat hidup bersih dan sehat untuk antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai menyalurkan 100.000 alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali.

Kepala Pusat Data Infomasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menuturkan, sebanyak 40.000 APB sudah dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (22/3/2020) malam.

"Menurut laporan yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebanyak 40.000 unit APD telah disalurkan menuju Balai Kota DKI Jakarta dengan pengawalan dari Kodam Jaya," kata Agus melalui keterangan tertulis, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Ketua DPR Minta Realokasi Anggaran Covid-19 Prioritaskan APD Tim Medis

Kemudian, total 25.000 APD disalurkan untuk wilayah Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya pada Senin hari ini.

Sebanyak 25.000 APD didistribusikan ke Jawa Barat, Bogor dan Banten. Sementara 10.000 APD lainnya disimpan sebagai cadangan.

Setelah sampai di daerah, APD tersebut akan diterima Gugus Tugas Daerah yaitu Komando Daerah Militer, yang selanjutnya akan didistribusikan sesuai skala prioritas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah diterima Kodam, maka selanjutnya APD tersebut disalurkan menurut skala prioritas masing-masing," tuturnya.

Sebelumnya, beberapa rumah sakit yang menangani pasien terjangkit Covid-19 mengeluhkan kurangnya stok APD.

Baca juga: Pasien Dalam Pengawasan Terkait Covid-19 di Bekasi Meninggal Dunia

Berbagai lembaga pun mulai menggalang dana untuk membantu penambahan stok APD tenaga medis.

Tercatat pula terdapat tiga dokter yang meninggal dunia karena terpapar virus corona.

Sejak saat itu, pemerintah diminta memperhatikan aspek keselamatan tenaga medis ketika menangani pasien Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjadi Penembakan di Dekat Rumah Kepala BIN Budi Gunawan

Terjadi Penembakan di Dekat Rumah Kepala BIN Budi Gunawan

Nasional
Jokowi: Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Kita Harus Bekerja Lebih Keras

Jokowi: Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Kita Harus Bekerja Lebih Keras

Nasional
Mendagri: Pandemi Covid-19 Tidak Bisa Kita Anggap Remeh

Mendagri: Pandemi Covid-19 Tidak Bisa Kita Anggap Remeh

Nasional
Imigrasi: Pengajuan Paspor Adelin Lis dengan Nama Hendro Leonardi Tahun 2008 Tak Terdeteksi

Imigrasi: Pengajuan Paspor Adelin Lis dengan Nama Hendro Leonardi Tahun 2008 Tak Terdeteksi

Nasional
Beri Kesaksian, Anggota DPR Ihsan Yunus Sebut Dirinya Ditanya soal Pengadaan Bansos

Beri Kesaksian, Anggota DPR Ihsan Yunus Sebut Dirinya Ditanya soal Pengadaan Bansos

Nasional
Samin Tan Didakwa Menyuap Rp 5 Miliar Terkait Kontrak Tambang Batubara

Samin Tan Didakwa Menyuap Rp 5 Miliar Terkait Kontrak Tambang Batubara

Nasional
Jokowi: Terima Kasih Doanya untuk Saya, Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Jokowi: Terima Kasih Doanya untuk Saya, Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Nasional
Ditjen Imigrasi Jelaskan Kronologi Kepemilikan Paspor Palsu Adelin Lis

Ditjen Imigrasi Jelaskan Kronologi Kepemilikan Paspor Palsu Adelin Lis

Nasional
24 Pegawai Masih Bisa Dibina Setelah Tak Lolos TWK, Hotman Tambunan: Sebagian Tak Mau

24 Pegawai Masih Bisa Dibina Setelah Tak Lolos TWK, Hotman Tambunan: Sebagian Tak Mau

Nasional
KSAL Resmikan Skuadron Udara Antikapal Selam dan Pesawat Tanpa Awak

KSAL Resmikan Skuadron Udara Antikapal Selam dan Pesawat Tanpa Awak

Nasional
Satgas Covid-19 Sarankan Warga Pakai Masker Medis Dilapis Masker Kain

Satgas Covid-19 Sarankan Warga Pakai Masker Medis Dilapis Masker Kain

Nasional
Lewat “Qurban 2021”, Dompet Dhuafa Berkomitmen Salurkan Hewan Kurban ke Pelosok Negeri

Lewat “Qurban 2021”, Dompet Dhuafa Berkomitmen Salurkan Hewan Kurban ke Pelosok Negeri

Nasional
Pelanggaran Mudik Lebaran yang Berujung Kenaikan Kasus Covid-19...

Pelanggaran Mudik Lebaran yang Berujung Kenaikan Kasus Covid-19...

Nasional
UPDATE 21 Juni: 12.320.386 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 21 Juni: 12.320.386 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Soal Status Pegawai yang Tak Lolos TWK, Hotman Tambunan: Pegawai Sudah Tahu Apakah Akan Dibina atau Diberhentikan

Soal Status Pegawai yang Tak Lolos TWK, Hotman Tambunan: Pegawai Sudah Tahu Apakah Akan Dibina atau Diberhentikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X