Kompas.com - 28/01/2020, 16:33 WIB
Lutfi Alfiandi (20), tak kuasa menahan tangis saat bertemu ibunya, Nurhayati Sulistya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/01/2020) siang. Lutfi adalah pemuda yang fotonya viral sedang menggenggam bendera Merah Putih saat kerusuhan di kawasan DPR, Jakarta, September 2019. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOLutfi Alfiandi (20), tak kuasa menahan tangis saat bertemu ibunya, Nurhayati Sulistya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/01/2020) siang. Lutfi adalah pemuda yang fotonya viral sedang menggenggam bendera Merah Putih saat kerusuhan di kawasan DPR, Jakarta, September 2019.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Polri yang mengusut dugaan penyiksaan oleh oknum polisi terhadap Lutfi Alfiandi telah memeriksa lima penyidik Polres Metro Jakarta Barat.

Lutfi merupakan pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM, September 2019.

"Secara keseluruhan, sudah lima penyidik dari Polres Metro Jakbar yang diperiksa terkait dengan perkara ini," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Tak hanya itu, Asep mengatakan bahwa tim tersebut berencana meminta keterangan Lutfi pada hari ini.

"Direncanakan hari ini, tim juga akan meminta keterangan dari saudara Lutfi. Seperti itu perkembangan kasus penanganan saudara Lutfi. Tentunya semua berproses dalam rangka kita mencari fakta hukum yang sebenarnya," ujar dia.

Tim tersebut dibentuk oleh Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis untuk mendalami dugaan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ignatius Sigit Widiatmono termasuk dalam tim tersebut.

Idham sebelumnya menegaskan pelaku akan ditindak tegas apabila terbukti melakukan penyiksaan.

Namun, menurut Idham, hal itu juga dapat menjadi bumerang bagi Lutfi apabila dugaan tersebut tidak benar.

"Kalau juga tidak benar, itu pengakuan bisa menjadi bahan fitnah tentunya, jadi begitu. Jadi bisa jadi boomerang bagi yang bersangkutan juga," ujar Idham di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.