Anggap Kinerja KPU Baik, Plt Ketua DKPP Nilai Kasus Wahyu Setiawan Kecelakaan

Kompas.com - 22/01/2020, 15:46 WIB
Plt Ketua DKPP Muhammad saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPlt Ketua DKPP Muhammad saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/1/2020).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) Muhammad menyebut kasus dugaan suap yang menimpa eks komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah kecelakaan.

Hal itu ia katakan dalam acara Refleksi Hasil Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

"Transparansinya sudah luar biasa, akuntabilitasnya sudah luar biasa. Kalau lah peristiwa kemarin (Wahyu), itu kecelakaan menurut saya," kata Muhammad.

Baca juga: KPU Belum Terima Undangan Pelantikan Pengganti Wahyu Setiawan

Muhammad menganalogikan KPU sebagai pengendara yang sudah taat aturan.

Namun, di tengah jalan KPU bertemu pengendara ugal-ugalan dan bertabrakan.

"Kita on the track lampu merah kita stop, tapi ada satu orang yang tadi itu dikirim Tuhan untuk menguji kita. Lalu menabrak salah satu orang yang taat lalu lintas. Ya kira-kira KPU seperti itulah," ujarnya.

Dia juga bercerita saat sidang etik Wahyu digelar di KPK banyak sekali pihak yang mendesaknya untuk bertanya aliran uang Wahyu.

Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dilakukan karena tugas DKPP hanya sebatas proses sidang etika.

"Kita tidak mau masuk proses hukum yang menjadi kewenangan KPK," ucap Muhammad.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

Pihak KPK menyebut, Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun.

Saeful diduga berperan sebagai perantara yang menyerahkan uang suap ke Wahyu dari Harun dan salah satu sumber dana yang masih didalami KPK.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X