Pengamat: Keluarga Inti Presiden Harusnya Jaga Jarak dari Politik Praktis

Kompas.com - 15/01/2020, 08:19 WIB
Putra Presiden RI, Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPutra Presiden RI, Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, keluarga inti Presiden seharusnya menjaga jarak dari politik praktis.

Hal tersebut berkaitan dengan majunya keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 ini.

Mulai dari putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka, menantunya Bobby Afif Nasution, adik iparnya Wahyu Purwanto, hingga paman menantunya Doli Sinomba Siregar.

"Sebagai Presiden yang masih menjabat, semestinya keluarga inti presiden harus menjaga jarak dari politik praktis," ujar Pangi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Dari Gibran hingga Doli, 4 Keluarga Jokowi yang Berniat Maju di Pilkada 2020

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan dan menghindari potensi penyalahgunaan kekuasaan.

Selain itu juga untuk menghindari pemanfaatan adanya pengaruh Presiden (coat-tail effect) untuk kepentingan pribadi terkait kontestasi yang mereka ikuti.

Meski tak ada aturan hukum soal larangan keluarga Presiden terlibat politik praktis, kata dia, akan tetapi hal ini tersandera dengan etika dan kepatutan.

"Semestinya harus dipertimbangkan matang, jangan terkesan seperti fenomena 'politik aji mumpung', kebetulan Bapak lagi jadi Presiden," kata dia.

Baca juga: Langkah Bobby Nasution Menuju Pilkada Medan 2020...

Terlibatnya keluarga inti Presiden Jokowi juga dinilai menjadi varian politik baru dalam dinasti di Indonesia.

Pasalnya, Presiden yang bersangkutan masih menjabat.

Diketahui, Gibran Rakabuming Raka akan mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo di Pilkada 2020.

Kemudian Bobby Afif Nasution akan mencalonkan menjadi Wali Kota Medan, Wahyu Purwanto akan mencalonkan diri menjadi Bupati Gunungkidul, serta Doli Sinomba Siregar yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X