Soal First Travel, Wamenag Akan Memfasilitasi agar Uang Jemaah Kembali

Kompas.com - 06/12/2019, 21:08 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, Kemenag akan memberi perhatian khusus pada korban penipuan First Travel.

Ia memastikan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) berpihak pada para korban penipuan perusahaan penyedia jasa umrah itu.

"Kami juga memperhatikan terkait dengan korban-korban First Travel, keberpihakan kami kepada korban pastinya akan menjadi perhatian kami," kata Zainut saat ditemui di kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Menurut Zainut Tauhid, pihaknya saat ini masih terus mempelajari duduk perkara ihwal aset PT First Travel yang dirampas negara berdasarkan putusan pengadilan di Mahkamah Agung (MA).

Baca juga: Kejagung Minta Kejari Depok Tunda Eksekusi Aset First Travel

Meski mengaku menghormati putusan hakim MA, Kemenag akan mencari cara supaya uang dari para korban tetap dapat dikembalikan.

Akan tetapi, karena jumlah korban yang begitu besar hingga mencapai 63.000, Kemenag perlu waktu untuk mempelajarinya.

"Karena ini sudah menjadi ketetapan hukum kami menghormati keputusan hakim," ujar Zainut.

"Kami akan fasilitasi untuk bagaimana sampai uang itu bisa dikembalikan kepada para jemaah," tuturnya.

Baca juga: Korban First Travel Datangi Kejaksaan Agung, Ini Permintaannya...

Sebelumnya, majelis hakim MA dalam putusan gugatan kasasi pada kasus First Travel menyatakan, tak akan mengembalikan barang bukti yang disita dari bos perusahaan tersebut kepada korban penipuan.

Sebaliknya, barang bukti tersebut akan disita dan dirampas oleh negara untuk kemudian dilelang ke publik.

Namun demikian, sebagian kecil barang itu tidak akan dilelang, tetapi diserahkan kepada instansi yang berwenang.

Sejumlah barang yang disita pun diketahui merupakan barang mewah dengan merek terkenal,  misalnya kacamata merek Dior, Chanel, Mont Blanc, Ray Ban, Gucci, hingga Charles and Keith.

Ada pula ikat pinggang merk Louis Vuiton, Hermes, dan Gucci. Tak luput, jam tangan merek Richard Mille, Apple, dan Guess.

Sementara itu, barang bukti yang tidak akan dilelang yaitu beberapa airsoft gun. Barang bukti tersebut akan dirampas dan diserahkan kepada Polri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X