Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

Kompas.com - 18/11/2019, 20:17 WIB
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5). Majelis hakim memvonis terdakwa Andika Surachman 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, Anniesa Hasibuan 18 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, sementara Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan 15 tahun dan denda Rp5 miliar subsider 8 bulan kurungan. Indrianto Eko SuwarsoTerdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5). Majelis hakim memvonis terdakwa Andika Surachman 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, Anniesa Hasibuan 18 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan, sementara Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan 15 tahun dan denda Rp5 miliar subsider 8 bulan kurungan.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) yang memutus gugatan kasasi pada kasus First Travel menyatakan, tak akan mengembalikan barang bukti yang disita dari bos perusahaan tersebut.

Sebaliknya, barang bukti tersebut akan disita dan dirampas oleh negara untuk kemudian dilelang ke publik.

Namun demikian, sebagian kecil barang itu tidak akan dilelang, tetapi diserahkan kepada instansi yang berwenang.

Sejumlah barang yang disita pun diketahui merupakan barang mewah dengan merek terkenal,  misalnya kacamata merek Dior, Chanel, Mont Blanc, Ray Ban, Gucci, hingga Charles and Keith.


Ada pula ikat pinggang merk Louis Vuiton, Hermes, dan Gucci. Tak luput, jam tangan merek Richard Mille, Apple, dan Guess.

Baca juga: MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

Sementara itu, barang bukti yang tidak akan dilelang yaitu beberapa airsoft gun. Barang bukti tersebut akan dirampas dan diserahkan kepada Polri.

Berikut rentetan barang mewah yang disita dari kasus First Travel:

1. Kacamata

- Dua buah kacamata Swarovski
- 17 buah kacamata Dior
- Enam buah kacamata Chanel
- Satu buah kacamata Aerial
- Empat buah kacamata Mont Blanc
- Tujuh buah kacamata Dolce Gabbana
- Dua buah kacamata Prada
- 19 buah kacamata Louis Vuitton
- Satu buah kacamata Linda Farrow
- Tujuh buah kacamata Fendi
- Lima buah kacamata Ray Ban
- Tiga buah kacamata Cartier
- Satu buah kacamata Deviation
- Dua buah kacamata Tagheuer
- Empat buah kacamata Ermenegildo Zegna
- Tiga buah kacamata Aldo
- Satu buah kacamata Bvlgari
- Satu buah kacamata Moschino
- Dua buah kacamata Gucci
- Satu buah kacamata Calvin Klein Jeans
- Satu buah kacamata Guess
- Satu buah kacamata Charles Keith
- Satu buah kacamata Speedo
- Satu buah kacamata Porsche Design
- Satu buah kacamata Burberry
- Satu buah kacamata Promod Cat
- Satu buah kacamata Oakley
- Satu buah kacamata Sunday Somewhere
- Satu buah kacamata Lune
- Satu buah kacamata Victoria Beckham
- Satu buah kacamata Zegma Sport
- Satu buah kacamata Smith
- Satu buah kacamata G-STAR RAW
- 15 buah kacamata tanpa merk

2. Ikat pinggang

- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9677 warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9874 warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9896 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9632 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9156 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M6876 warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9151 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9521 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M6820 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri M9775 warna gold
- Satu buah ikat pinggang Louis Vuitton Nomor Seri 1050 warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Hermes Nomor Seri P95CO warna oranye
- Satu buah ikat pinggang Hermes Nomor Seri P95CO warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Hermes Nomor Seri C1685 warna merah
- Satu buah ikat pinggang Hermes Nomor Seri P96CO warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Hermes Nomor Seri 95TCN300 warna putih
- Satu buah ikat pinggang Hermes Nomor Seri 90TCN050 warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Pierre Cardin warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Moscino warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Night Mares warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Pannei warna coklat
- Dua buah ikat pinggang Mont Blanc warna coklat
- Satu buah ikat pinggang M&S warna hitam
- Satu buah ikat pinggang Top Man Nomor seri 56A43K8RN 2224388255038 warna coklat
- Satu buah ikat pinggang Gucci Nomor seri 354380. AH90K.85.34.525040 warna silver
- Tiga buah ikat pinggang Nihil warna hitam dan abu-abu
- Satu buah ikat pinggang Zara warna hitam
- Dua buah ikat pinggang First Travel warna putih

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Perintahkan TNI-Polri-BIN Tangkal Gangguan Keamanan Jelang Natal

Jokowi Perintahkan TNI-Polri-BIN Tangkal Gangguan Keamanan Jelang Natal

Nasional
Pemerintah Bakal Sediakan BBM Keliling Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Pemerintah Bakal Sediakan BBM Keliling Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Nasional
Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

Nasional
Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

Nasional
Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Nasional
Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

Nasional
Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

Nasional
PKPI Tak Persoalkan Dana Parpol, Ada atau Tak Ada Optimistis Tetap Eksis

PKPI Tak Persoalkan Dana Parpol, Ada atau Tak Ada Optimistis Tetap Eksis

Nasional
LPSK Pastikan Lindungi Keluarga Randi-Yusuf dari Intimidasi

LPSK Pastikan Lindungi Keluarga Randi-Yusuf dari Intimidasi

Nasional
Berkat Jalur Layang KA, Waktu Tempuh Stasiun Medan - Bandara Kualanamu Hanya 28 Menit

Berkat Jalur Layang KA, Waktu Tempuh Stasiun Medan - Bandara Kualanamu Hanya 28 Menit

Nasional
Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Nasional
Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Nasional
Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Nasional
Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X