Kompas.com - 07/11/2019, 15:27 WIB
Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di acara Golkar, Rabu (6/11/2019). Agus Suparto/ Fotografer Pribadi PresidenPresiden Joko Widodo berinteraksi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di acara Golkar, Rabu (6/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago memastikan partainya tidak akan meninggalkan Presiden Joko Widodo dan menjadi oposisi.

Meskipun beberapa waktu lalu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sempat terlihat "mesra" dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Irma memastikan Partai Nasdem tetap bersama Jokowi.

Sejak masa kampanye Pemilu 2019, partai pimpinan Surya Paloh itu sudah begitu berjuang untuk kemenangan Jokowi.

"Kami ini berjuang memenangkan Pak Jokowi itu sampai keringat kami enggak keluar lagi. Masa iya kemudian kami mau meninggalkan Pak Jokowi, membiarkan Pak Jokowi sendiri, enggak mungkin dong. Kami pasti akan mengawal Pak Jokowi," kata Irma kepada Kompas.com, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Jokowi Singgung Rangkulan Paloh-Sohibul, Nasdem: Biasa, Itu Bercanda

Irma mengatakan, tidak sedikit yang Partai Nasdem sudah berikan ke Jokowi.

Pada masa kampanye pemilu misalnya, Partai Nasdem bahkan menggunakan jargon "Nasdem partaiku, Jokowi presidenku". Padahal, Jokowi bukan kader Partai Nasdem melainkan PDI-Perjuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini maknanya dalam dan luar biasa," kata Irma.

Irma menambahkan, meski partainya berkomitmen mengawal Jokowi, pengawalan itu tidak hanya berhenti hingga pembagian kursi kabinet, tetapi hingga masa jabatan presiden selesai

"Nasdem ini bukan hanya partai yang mengawal Pak Jokowi sampai dengan pembagian kursi saja, enggak, kita akan mengawal beliau sampai masa jabatannya selesai," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.