Dilantik Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Mengaku Masih Kaku

Kompas.com - 23/10/2019, 13:49 WIB
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). WAHYU PUTRO ASalah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengaku masih perlu menyesuaikan diri dengan kegiatan dan protokoler menteri setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (23/10/2019).

Hal itu diungkapkan Nadiem saat membacakan sambutan dalam acara serah terima jabatan Mendikbud di Kanto Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu siang.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera, Om swastiastu, Namo buddhaya, salam kebajikan, kira-kira? Maaf masih kaku," kata Nadiem dari atas podium, dilansir dari Kompas TV.

Nadiem menuturkan, ia juga belum terbiasa dengan beberapa fasilitas yang ia terima sebagai menteri.

Baca juga: Nadiem Makarim Menteri Termuda, Tak Ada yang Berusia di Bawah 30 Tahun

Salah satunya adalah keberadaan ajudan yang akan selalu mendampinginya selama berkegiatan.

"Tadi saja masuk langsung masuk mobil, keluar baru sadar, 'wah bapak siapa?', 'saya ajudan bapak', 'oh iya saya belum kenal'," kata Nadiem sambil menyengir yang mengundang tawa hadirin.

Lebih lanjut, Nadiem mengaku tak mau dipanggil 'Pak Nadiem' setelah menjabat sebagai Mendikbud. Ini mengingat usianya yang juga masih terbilang muda yaitu 35 tahun.

"Saya suka ditanya sama baik dari media maupun orang, apa sih rencana seratus harinya Pak Nadiem, saya bilang pertama mohon jangan dipanggil 'Pak Nadiem', 'Mas Nadiem' saja," ujar dia.

Baca juga: Nadiem Makarim, Pendiri Gojek, Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Nadiem melanjutkan, ia juga tidak mempunyai rencana seratus hari pertama. Menurut Nadiem, rencana 100 hari pertamanya adalah berdiskusi dengan pakar-pakar pendidikan.

"Saya bukan di sini untuk menjadi guru, saya di sini untuk menjadi murid. Saya mulai dari nol di pendidikan dan saya akan belajar sebanyak-banyaknya," kata Nadiem lagi.

Diberitakan, Nadiem ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Muhadjir Effendy yang dipercaya Jokowi mengisi pos Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X