Kata Kahiyang soal Jan Ethes yang Tak Ikut Pelantikan Jokowi

Kompas.com - 20/10/2019, 18:03 WIB
Cucu Jokowi, Jan Ethes Srinarendra, saat menyapa dan melambaikan tangannya kepada semeton Bali pada acara PKB, di Denpasar, Sabtu (15/6/2019). Tribun Bali/Putu SupartikaCucu Jokowi, Jan Ethes Srinarendra, saat menyapa dan melambaikan tangannya kepada semeton Bali pada acara PKB, di Denpasar, Sabtu (15/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, mengungkap alasan cucu pertama Jokowi, Jan Ethes Srinarendra, tak tampak dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Gedung DPR/MPR RI, Minggu (20/10/2019).

Kahiyang mengatakan Jan Ethes tak ikut serta lantaran sang ibu yang juga istri Gibran Rakabuming, Selvy Ananda, tengah hamil besar.

Kahiyang menjawab pertanyaan tentang Jan Ethes itu setelah ditanya dua kali oleh awak media.

"Jan Ethes bukan anakku, tanya Mas Gibran (Gibran Rakabuming, putra pertama Jokowi)," kata Kahiyang sambil tertawa menjawab pertanyaan awak media.

Baca juga: Jokowi-Maruf Amin Resmi Menjadi Presiden-Wapres 2019-2024

"Kan ibunya (Jan Ethes) hamil besar, enggak bisa," lanjutnya setelah ditanya dua kali.

Kahiyang lalu mengatakan, Jan Ethes kini berada di Solo bersama Selvy.

Saat ditanya soal pelantikan Jokowi hari ini, Kahiyang menyebut tak ada bedanya dengan pelantikan tahun 2014.

Ia berharap, dengan dilantiknya sang ayah kembali menjadi presiden, Indonesia ke depan dapat menjadi lebih baik.

"Ya semoga lebih baik untuk Indonesia yang lebih baik lagi," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Berencana Merger Bank Syariah BUMN

Wapres Ungkap Alasan Pemerintah Berencana Merger Bank Syariah BUMN

Nasional
Partai Gerindra Gelar Kongres Luar Biasa 8 Agustus, Ini yang Akan Dibahas

Partai Gerindra Gelar Kongres Luar Biasa 8 Agustus, Ini yang Akan Dibahas

Nasional
Kasus Fetish Kain Jarik Bisa Memperjelas Definisi Hasrat Seksual di RUU PKS

Kasus Fetish Kain Jarik Bisa Memperjelas Definisi Hasrat Seksual di RUU PKS

Nasional
Pakar: Pemidanaan Korporasi Justru untuk Menyehatkan Korporasi

Pakar: Pemidanaan Korporasi Justru untuk Menyehatkan Korporasi

Nasional
Protokol Diperketat, Kini Wajib Tunjukkan Hasil Swab Saat Masuk Istana

Protokol Diperketat, Kini Wajib Tunjukkan Hasil Swab Saat Masuk Istana

Nasional
Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Penerapan Pasal Pencucian Uang dalam Kasus Korupsi Dinilai Masih Rendah

Nasional
Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

DPO Masuk ke Database Kependudukan, Mendagri: Lembaga Penegak Hukum Akan Terbantu

Nasional
Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Sebut Indonesia Hadapi Banyak Tantangan, Ibas Kenang Pemerintahan SBY

Nasional
Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Doni Monardo Minta Jawa Barat Seimbangkan Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Demokrat Siap Kawal Isu Kesehatan dan Ekonomi

Nasional
Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Nasional
Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Nasional
Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X