Paparan Moeldoko soal Keberhasilan Jokowi-Kalla Bangun Papua dan Papua Barat

Kompas.com - 18/10/2019, 19:48 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan relawan Jokowi-Maruf menggelar jumpa pers terkait pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan relawan Jokowi-Maruf menggelar jumpa pers terkait pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membeberkan sejumlah capaian pemerintah, salah satunya keberhasilan membangun Papua dan Papua Barat dalam 5 tahun terakhir.

Moeldoko menyebut, indeks pembangunan manusia (IPM) di Papua dan Papua Barat meningkat dari tahun ke tahun.

Mengutip data Biro Pusat Statistik (BPS), IPM Papua meningkat dari 57 pada 2014, menjadi 60 pada 2018. Sementara itu, IPM Papua Barat meningkat dari 61 pada 2014 menjadi 64 pada 2018.

“Percepatan pembangunan kesejahteraan di Tanah Papua telah berdampak pada peningkatan indeks pembangunan manusia dan penurunan tingkat kemiskinan,” ujar Moeldoko dalam laporan 5 tahun Jokowi-Ma'ruf, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Komnas HAM Minta Jokowi-Maruf Utamakan Penyelesaian Persoalan Papua

Sementara itu, tingkat kemiskinan masyarakat Papua menurun dari 30,05 persen pada 2014 menjadi 27,43 persen pada 2018. Kemiskinan di Papua Barat juga menurun dari 27,13 persen menjadi 22,66 persen.

“Percepatan pembangunan kesejahteraan Papua melalui dukungan pemerintah pada produk ekonomi lokal telah berhasil meningkatkan ekonomi rakyat dan menurunkan angka kemiskinan,” ujar mantan Panglima TNI ini.

Penurunan tingkat kemiskinan juga berbanding lurus dengan penurunan angka stunting dan peningkatan angka harapan hidup di Bumi Cenderawasih.

Angka stunting di Papua menurun dari 40,1 persen pada 2013 menjadi 32,9 persen pada 2018.

Demikian juga di Papua Barat. Angka stunting menurun dari 44,6 persen pada 2013 menjadi 27,8 persen pada 2018.

Sementara itu, angka harapan hidup di Papua meningkat dari 64,76 persen pada 2013 menjadi 65,36 persen pada 2018.

Demikian juga di Papua Barat, angka harapan hidup meningkat tipis dari 65,14 persen pada 2013 menjadi 65,15 persen pada 2018.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X