Komnas HAM Temukan 10 Warga Papua Diduga Tewas dalam Kerusuhan Wamena

Kompas.com - 18/10/2019, 17:08 WIB
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (18/10/2019).  KOMPAS.com/ CHRISTOFORUS RISTIANTOKetua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyatakan, pihaknya menemukan dugaan 10 orang Papua tewas terkait kerusuhan di Wamena, Papua.

Namun, 10 orang tersebut belum tercatat oleh pihak keamanan. Temuan ini didapat Komnas HAM setelah tim Komnas HAM mendatangi Wamena pada 13-17 Oktober 2019 untuk mendalami kasus pascakerusuhan.

"Terakhir kami dapatkan informasi lagi yang cukup kredibel, tetapi ini harus dikonfirmasi lagi, ada 10 orang lagi yang diduga tewas di luar 33 orang yang dicatat pihak keamanan di Wamena. Kami sudah sampaikan penemuan ini ke TNI dan Polri di Papua," ujar Taufan dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

Baca juga: Penembak Helikopter di Puncak Papua Diduga Anggota KKB Pimpinan Lekagak Telenggen

Ia juga menyampaikan, 10 orang Papua tersebut diduga tewas karena tidak sempat dibawa ke rumah sakit.

Mereka langsung dibawa ke kampung halaman dan dikebumikan. Maka dari itu, pihak keamanan tidak bisa mendeteksi adanya warga Papua yang tewas di luar 33 orang yang tercatat.

"Ada 10 warga lagi, tetapi itu belum 100 persen terkonfirmasi ya, kami dapatkan dari sumber yang kredibel. Kita belum memverifikasi hal ini secara langsung karena letak geografis di Papua yang sulit, harus ada persiapan-persiapan tertentu," papar dia. 

Ia pun meminta temuan dari Komnas HAM ini ditindaklanjuti oleh pihak keamanan di Papua.

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, 10 orang tersebut diduga tertembak. Namun, mereka lantas dibawa pihak keluarga.

"Langsung dibawa pulang, dugaanya tertembak. Kami bersepakat akan lanjutkan investigasinya," ucap Beka.

Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Baca juga: Selamatkan Warga Pendatang Saat Rusuh, 2 Warga Papua dapat Penghargaan dari Mensos

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X