Pak Kalla yang Sebentar Lagi Pensiun...

Kompas.com - 10/10/2019, 10:08 WIB
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat berbicara di Sidang Umum PBB, di New York, Jumat (27/9/2019). AFP / TIMOTHY A CLARYWakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat berbicara di Sidang Umum PBB, di New York, Jumat (27/9/2019).
|
Editor Krisiandi

Kalla mengaku gembira karena sebentar lagi akan melepas jabatannya sebagai wakil presiden. Itu artinya, Kalla juga akan kembali memantau bisnisnya di bidang otomotif. Ia memang besar di dunia otomotif sejak 50 tahun lalu.

"Saya gembira tiga bulan lagi saya sudah akan meletakkan jabatan, berarti kembali ke dunia yang lama termasuk mengamati industri kendaraan," kata Kalla saat itu.

Baca juga: Wapres Kalla: Kenapa Demonstrasi Jadi Besar? Karena Media...

Belakangan, Kalla merasa bosan menjawab pertanyaan ihwal rencana di masa pensiunnya. Menteri Perdagangan dan Perindustrian di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini mengungkapkan, hampir semua media selalu menanyakan hal itu kepadanya, padahal sudah sering dia sampaikan.

"Sudah sering saya katakan, ingin urus sosial, urus pendidikan, urus keagamaan, kemudian mau meninjau keadaan bisnis, kemudian nikmati hidup dengan keluarga dengan cucu," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Meski akan pensiun, sosok Kalla diyakini tak akan meredup di kancah perpolitikan nasional. Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting Sirojuddin Abbas menilai Kalla memiliki tiga peran penting yang jarang dimiliki politisi Indonesia pada umumnya.

"Pertama Pak JK dianggap tetua masyarakat. Jadi punya peran kultural yang kuat khususnya di Indonesia timur. Kedua Pak JK juga punya peran sosial keagamaan yang juga penting. Pak JK orang yang diterima oleh kalangan keagamaan apapun terutama di golongan muslim," ujar Sirojuddin saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

"Ketiga beliau punya peran di sektor sosial kemanusiaan sebagai Ketua PMI," lanjut dia.

Wakil Jusuf Kalla saat meresmikan Menara Masjid Jami dan Gedung Centre For Islamic Economies Studies Universitas Darussalam Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Kamis (3/10/2019).KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI Wakil Jusuf Kalla saat meresmikan Menara Masjid Jami dan Gedung Centre For Islamic Economies Studies Universitas Darussalam Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Kamis (3/10/2019).
Ia menambahkan, pasca menjabat Wapres, peran Kalla di politik juga tak akan surut. Ia menilai Kalla termasuk politisi yang mampu menjembatani kepentingan antara kalangan politisi dan pengusaha.

Baca juga: Ini yang Bakal Dilakukan Kalla Saat Pensiun...

Ia menilai Kalla memegang peran penting dalam mengkonsolidasikan dunia politik dengan bisnis pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dengan demikian pemerintahan Jokowi bisa memperoleh legitimasi dan kredibilitas dalam waktu relatif cepat.

Ia menambahkan, peran Kalla sebagai juru damai antara semua pihak tetap akan dibutuhkan di kancah politik. Hal itu terbukti ketika Kalla ikut turun tangan mendamaikan Jokowi dan Prabowo Subianto usai Pilpres 2019.

Kalla turut bertemu Prabowo dan meminta agar ketegangan di antara keduanya hingga Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus.

"Saya kira (kapasitas) itu jarang dimiliki tokoh nasional kita," lanjut dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Targetkan Vaksin Covid-19 Siap Diproduksi Awal 2021

Jokowi Targetkan Vaksin Covid-19 Siap Diproduksi Awal 2021

Nasional
Ini Kendala Sidang Online Menurut Jaksa Agung, dari Potensi Diretas hingga Keterbatasan Alat Rapid Test

Ini Kendala Sidang Online Menurut Jaksa Agung, dari Potensi Diretas hingga Keterbatasan Alat Rapid Test

Nasional
Uji Klinis Anti Covid-19 Libatkan 600 Perwira Siswa Secapa AD

Uji Klinis Anti Covid-19 Libatkan 600 Perwira Siswa Secapa AD

Nasional
Covid-19 Menular Lewat Udara, Menko PMK Minta Shalat Jumat Dipersingkat

Covid-19 Menular Lewat Udara, Menko PMK Minta Shalat Jumat Dipersingkat

Nasional
76.981 Kasus Covid-19 di Indonesia: Sembuh 36.689, Meninggal 3.656

76.981 Kasus Covid-19 di Indonesia: Sembuh 36.689, Meninggal 3.656

Nasional
Terapkan WFH, LAN Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

Terapkan WFH, LAN Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

Nasional
Ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Proyek Lumbung Pangan

Ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Proyek Lumbung Pangan

Nasional
LAN Gelar Rapid Test dan Contact Tracing Setelah Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19

LAN Gelar Rapid Test dan Contact Tracing Setelah Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19

Nasional
Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19, LAN Tutup Kantor dan Berlakukan WFH

Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19, LAN Tutup Kantor dan Berlakukan WFH

Nasional
Airlangga Minta GP Anshor Kampanyekan Bahaya Covid-19 Melalui Kearifan Lokal

Airlangga Minta GP Anshor Kampanyekan Bahaya Covid-19 Melalui Kearifan Lokal

Nasional
Mendagri: Kalau Ada Kekerasan di IPDN, Pelakunya akan Dipidana Tanpa Ampun

Mendagri: Kalau Ada Kekerasan di IPDN, Pelakunya akan Dipidana Tanpa Ampun

Nasional
Polri Catat Kenaikan Angka Kriminalitas Sebesar 10,37 Persen dalam Sepekan

Polri Catat Kenaikan Angka Kriminalitas Sebesar 10,37 Persen dalam Sepekan

Nasional
Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Disiapkan, Jokowi: Berupa Denda atau Kerja Sosial

Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Disiapkan, Jokowi: Berupa Denda atau Kerja Sosial

Nasional
Teka-teki Penerbitan Paspor untuk Djoko Tjandra

Teka-teki Penerbitan Paspor untuk Djoko Tjandra

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anggota DPR dari Gerindra Disebut Teken Surat Pemecatan | 18 Lembaga Akan Dibubarkan Presiden

[POPULER NASIONAL] Anggota DPR dari Gerindra Disebut Teken Surat Pemecatan | 18 Lembaga Akan Dibubarkan Presiden

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X