Polri Bentuk Tim Investigasi Demonstrasi Berujung Rusuh di Jakarta

Kompas.com - 08/10/2019, 20:42 WIB
Sejumlah pelajar terlibat kerusuhan di kawasan Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Mereka membakar sejumlah sepeda motor di depan pos polisi Palmerah. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSejumlah pelajar terlibat kerusuhan di kawasan Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Mereka membakar sejumlah sepeda motor di depan pos polisi Palmerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mabes Polri membentuk tim khusus untuk menginvestigasi serangkaian demonstrasi berujung kerusuhan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, 24 hingga 30 September 2019 lalu.

"Ada sebuah tim yang memang terbentuk sejak beberapa saat kejadian peristiwa itu. Jadi, bukan mau dibentuk, tapi sudah dibentuk sejak peristiwa itu terjadi," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Tim terdiri dari beberapa unsur di Polri, yakni Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) serta Polda Metro Jaya.

Baca juga: Survei LSI: Mayoritas Responden Percaya Demonstrasi Mahasiswa Tak Ditunggangi

Meski demikian, Asep tak merinci berapa jumlah anggota dalam tim hingga masa kerja tim itu. Saat ini, tim masih fokus melakukan investigasi.

"Diselidiki mengapa peristiwa itu terjadi dan sampai sekarang masih terus dalam penyelidikan ya," ujar Asep.

Diberitakan, demonstrasi menolak sejumlah rancangan undang-undang kontroversial sekaligus UU KPK hasil revisi terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, beberapa waktu lalu. Demonstrasi itu berujung kerusuhan.

Kerusuhan itu pun menyebabkan sejumlah demonstran dan masyarakat terluka. Salah satunya mahasiswa Al Azhar Faisal Amir dan seorang pemuda yang hingga kini masih koma bernama Akbar Alamsyah.

Baca juga: Kapolri Sebut Rusuh Pasca-demonstrasi Mahasiswa Mirip Peristiwa 22 Mei

Ibu Faisal, Ratu Agung, menuturkan, pihaknya sudah melayangkan laporan ke Bareskrim Polri. Menurut Ratu, laporan langsung diterima karena Tim Advokasi Mahasiswa Korban Kekerasan yang menjadi kuasa hukum Faisal sudah mengirim surat aduan kepada Kepala Bareskrim Polri Komjen (Pol) Idham Azis.

Ratu menuturkan bahwa polisi akan membentuk tim khusus untuk mendalami kasus yang dialami Faisal.

"Hasil diskusi tadi, pertimbangannya saya enggak usah lagi buat laporan dari bawah, justru kata pihak kepolisian ini memotong birokrasi. Jadi suratnya kepada Kabareskrim habis itu langsung turun langsung dibentuk tim," kata Ratu di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019). 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Nasional
Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Nasional
Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Nasional
Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Nasional
Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Nasional
Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Nasional
Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Nasional
Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Nasional
Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Nasional
Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Nasional
Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Nasional
Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Nasional
Eks Kadis PU Papua dan Pengusaha Didakwa Rugikan Negara Rp 40,93 Miliar

Eks Kadis PU Papua dan Pengusaha Didakwa Rugikan Negara Rp 40,93 Miliar

Nasional
Firli Bahuri Bertemu Jokowi, Naik Pangkat Sebelum Jadi Ketua KPK

Firli Bahuri Bertemu Jokowi, Naik Pangkat Sebelum Jadi Ketua KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X