Pengusaha Konfirmasi soal Ponsel Satelit hingga Tas Mewah untuk Eks Bupati Kepulauan Talaud

Kompas.com - 30/09/2019, 19:25 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/9/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha Bernard Hanafi Kalalo mengonfirmasi soal hadiah berupa telepon seluler (ponsel) satelit hingga tas mewah untuk mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.

Hal itu disampaikan Bernard saat bersaksi untuk Sri Wahyumi, terdakwa kasus dugaan suap terkait pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo Tahun Anggaran 2019 di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Adapun dalam perkara ini, Bernard telah terbukti bersalah dan divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

"Saya ingat waktu itu ada ngomong tentang HP satelit. Nah pada saat itu Ibu Sri bilang belikan. Ada minta dia. Nah saya iyakan. Kalau enggak salah (nilainya) Rp 28 jutaan," kata Bernard di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Baca juga: Eks Bupati Kepulauan Talaud Didakwa Terima Suap Senilai Rp 591,9 Juta

Bernard juga mengonfirmasi ada alokasi uang Rp 100 juta untuk Sri Wahyumi. Uang itu diberikan lewat orang dekat Sri Wahyumi, Benhur Lalenoh.

"Pernah Rp 100 juta, benar. Saya beri (ke) Benhur langsung Rp 100 juta. Tapi dia ambilnya Rp 50 juta, Rp 50 juta," kata dia.

Ia juga mengakui ada barang berupa jam tangan merek Rolex, anting dan cincin merek Adelle, tas merek Chanel dan merek Balenciaga.

"Itu permintaan terdakwa (Sri Wahyumi) tapi tidak langsung ke saya. Misalnya tas itu, Benhur beritahu saya, jangan kau kasih minyak wangi, dia minta tas," kata Bernard.

Baca juga: Penyuap Bupati Talaud Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Lebih Rendah dari Tuntutan

Ia mengonfirmasi bahwa bersama Benhur, barang-barang mewah itu akan dibawa untuk Sri Wahyumi. Akan tetapi, keduanya terlanjur ditangkap oleh petugas KPK.

"Belum diserahkan itu barang, baru rencana mau menyerahkan. Kita sama-sama mau bawa ke Bupati. Kurang jelas mau kemana, karena yang berhubungan dengan ibu, Benhur. Saya enggak pernah bicara di telepon soal kemana, kemana, enggak," katanya.

Dalam kasus ini, Sri Wahyumi didakwa menerima suap berupa uang dan barang dengan nilai sekitar Rp 591,9 juta dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Ingin Terlibat Pemindahan Ibu Kota, Presiden Jokowi 'Welcome'

Jepang Ingin Terlibat Pemindahan Ibu Kota, Presiden Jokowi "Welcome"

Nasional
Firli Bahuri: Pegawai KPK Harus Tetap Sejahtera Meski Jadi ASN

Firli Bahuri: Pegawai KPK Harus Tetap Sejahtera Meski Jadi ASN

Nasional
Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Nasional
Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Nasional
Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Nasional
Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Nasional
Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Nasional
Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Nasional
Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Nasional
Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Nasional
Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Nasional
Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Nasional
Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Nasional
Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X