Polisi Identifikasi 5 Akun Penyebar Konten Provokatif yang Picu Demo di Papua

Kompas.com - 20/08/2019, 22:09 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengidentifikasi lima akun yang diduga menyebarkan konten provokatif terkait penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan polisi, konten negatif tersebut diduga memprovokasi massa sehingga melakukan demonstrasi yang sempat diwarnai kericuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).

"Kurang lebih sampai dengan hari ini sekitar 5 akun," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Ini Pesan Khusus Jokowi untuk Mahasiswa Papua di Surabaya

Ia mengatakan bahwa akun tersebut berada di platform Youtube, Facebook, dan Instagram.

"Sementara dari Direktorat Siber Bareskrim bilang masih profiling satu akun yang Youtube dan FB. FB bukan hanya 1, tapi beberapa yang nyoba untuk viralkan narasi-narasi maupun video provokatif. Kemudian ada akun Instagram yang didalami," ujar dia. 

Konten-konten tersebut berisi berita bohong atau hoaks terkait penangkapan 43 mahasiswa Papua di Surabaya. Salah satu hoaks tersebut mengungkapkan bahwa ada mahasiswa yang meninggal.

Konten yang dibangun di media sosial dan tersebar di antara warga Papua, lanjut Dedi, dapat membangun opini bahwa peristiwa penangkapan mahasiswa Papua adalah bentuk diskriminasi.

Hingga siang tadi, polisi mengatakan bahwa kegiatan masyarakat di Jayapura, Papua, sudah berjalan normal.

Begitu pula dengan wilayah Manokwari, Papua Barat. Menurut dia, kegiatan masyarakat di wilayah tersebut juga berangsur-angsur normal.

Baca juga: Polisi Dinilai Buru-buru Amankan Mahasiswa Papua Terkait Dugaan Perusakan Bendera

Namun, di wilayah Sorong, kata Dedi, masih terdapat kegiatan unjuk rasa yang diikuti sekitar 500 orang.

Pihak TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dengan massa.

"Di Sorong memang masih ada kegiatan masyarakat di satu titik massanya 500 orang, masih dalam negosiasi dan komunikasi secara intens antara aparat keamanan, baik TNI, Polri, dan seluruh tokoh masyarakat di sana," kata dia. 

Kendati demikian, secara keseluruhan, situasi di wilayah Papua kondusif. Hari ini, aparat gabungan melaksanakan pembersihan, seperti pohon tumbang, agar kegiatan masyarakat dapat segera kembali normal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X