Kompas.com - 04/08/2019, 07:15 WIB
Presiden Jokowi lalu menerima sebuah wayang dari sang dalang Ki Manteb Soedharsono, dalam pagelaran wayang di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (2/8/2019).. Jokowi yang mengenakan jaket bomber berwarna biru sempat memainkan wayang tersebut. Biro pers setpresPresiden Jokowi lalu menerima sebuah wayang dari sang dalang Ki Manteb Soedharsono, dalam pagelaran wayang di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (2/8/2019).. Jokowi yang mengenakan jaket bomber berwarna biru sempat memainkan wayang tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak semringah ketika menikmati penampilan Didi Kempot yang menyanyikan lagu "Sewu Kutho" di depan Istana Kepresidenan.

Jokowi tak ragu ikut menyanyikan bait demi bait salah satu lagu andalan Didi Kempot itu.

Momen tersebut terjadi ketika Jokowi menyaksikan pergelaran wayang kulit yang dilaksanakan pada Jumat (2/9/2019) malam.

Pergelaran wayang kulit itu dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan Indonesia, pada Agustus ini.

Semringahnya Jokowi saat menikmati "Sewu Kutho" terekam oleh kamera seorang warganet yang mengunggahnya di akun Twitter.

Baca juga: Pakai Jaket Bomber, Begini Gaya Jokowi Main Wayang Bareng Ki Manteb

Dalam video singkat itu, Jokowi yang didampingi sang istri, Iriana tampak ikut menyanyi dan tertawa gembira menikmati penampilan Didi Kempot.

Layaknya seorang penggemar pada umumnya, Jokowi tanpa malu turut mengikuti syair lagu "Sewu Kutho" yang dibuat Didi Kempot bersama Arie Wibowo.

"Terpantau Bapak @jokowi ikut menyanyikan lagu Sewu Kutho dengan sumringah. @didikempotid @Sobatambyarrr . hallo mas @kaesangp dan mas @Chilli_Pari," tulis akun @jarkiyo.

Jarkiyo merupakan salah satu penggemar yang membuat wadah bagi penggemar Didi Kempot. Wawancaranya bisa dibaca di tautan ini: Alasan Sad Boy dan Sad Girl Menggemari Didi Kempot...

Unggahan warganet tersebut rupanya dibaca oleh Jokowi. Ia pun membalas twit tersebut dengan me-retweet melalui akun Twitter resminya, @jokowi.

"Hehe, Bapak saya penggemar Sewu Kutho," balas Jokowi.

Balasan Presiden Jokowi terhadap videonya itu mendapat reaksi yang cukup besar dari para pengikut akun Twitter-nya.

Menurut mereka, ini adalah kali pertama Jokowi membalas kicauan warganet yang menge-tag-nya.

Adapun, Didi Kempot mengisi acara sebelum pergelaran wayang kulit bertema "Kresno Jumeneng Ratu" dengan dalang Ki Manteb Soedharsono.

Baca juga: Jokowi Gelar Acara Wayang Kulit di Istana Malam Ini, Didi Kempot Hadir

Setelah dibuka oleh sambutan Menteri Sekretariat Negara sekaligus Ketua Panitia Acara Peringatan HUT RI Pratikno, acara itu juga dimeriahkan oleh sejumlah artis.

Selain Didi Kempot, bintang tamu beken yang tampil antara lain Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Soimah, Den Baguse Ngarso, Kirun, Akbar, Edo Kondologit, dan Endah Laras.

Acara digelar untuk menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga berpenampilan santai dengan mengenakan jaket bomber warna biru.

Jokowi juga sempat memainkan wayang kulit yang diberikan oleh sang dalang, Ki Manteb Soedharsono.

Didi Kempot saat ini kembali naik daun dengan lagu-lagunya dan mendapat julukan "The Godfather of Broken Heart".

Baca juga: Didi Kempot Menghipnotis, Gundah Patah Hati Jadi Rasa Bahagia

Ini disebabkan lagu-lagu karya Didi Kempot kerap bertema patah hati, atau tentang orang yang dikecewakan karena cinta. Tak heran penggemar Didi Kempot mendapat julukan sad boys atau sad girls.

"Sewu Kutho" sendiri berkisah tentang seseorang yang berusaha melupakan seorang yang dicintainya.

Meski sudah melewati seribu kota (sewu kutho), namun perasaan itu tidak juga bisa hilang.

Jarkiyo, orang yang mengunggah video Jokowi menikmati lagu "Sewu Kutho" juga merupakan salah satu sad boy.

Menurut dia, Didi Kempot merupakan salah satu bukti bahwa seniman berkualitas banyak datang dari daerah.

“Ini ada ‘bara api’ kenapa kita enggak jaga? Kan pesan dan kesannya Didi Kempot ‘wong Jowo ojo lali Jawane’ dan ‘ora popo koe seneng budaya luar tapi ojo benci budaya dewe’,” ujar Jarkiyo, saat ditemui Kompas.com pada 14 Juli 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 19 Mei: 4.083 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 Mei: 4.083 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 19 Mei: Bertambah 12, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 156.510

UPDATE 19 Mei: Bertambah 12, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 156.510

Nasional
UPDATE 19 Mei: Tambah 384, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.891.574

UPDATE 19 Mei: Tambah 384, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.891.574

Nasional
Densus 88 Akan Dikerahkan Dalami Kasus Ancaman Bom di Kedubes Belarus

Densus 88 Akan Dikerahkan Dalami Kasus Ancaman Bom di Kedubes Belarus

Nasional
UPDATE 19 Mei: Tambah 318, Total Kasus Covid-19 Capai 6.051.850

UPDATE 19 Mei: Tambah 318, Total Kasus Covid-19 Capai 6.051.850

Nasional
Tampik Tudingan Bawa HP sebelum Aniaya M Kece, Napoleon: Kalau Ada Rekamannya, Itu Menguntungkan Saya

Tampik Tudingan Bawa HP sebelum Aniaya M Kece, Napoleon: Kalau Ada Rekamannya, Itu Menguntungkan Saya

Nasional
Kemenkes Sebut Kecil Kemungkinan Hepatitis Akut Misterius Jadi Pandemi, Begini Alasannya

Kemenkes Sebut Kecil Kemungkinan Hepatitis Akut Misterius Jadi Pandemi, Begini Alasannya

Nasional
Menko PMK Sebut Pembiayaan Pasien Covid-19 akan Beralih ke BPJS jika Kasus Terkendali

Menko PMK Sebut Pembiayaan Pasien Covid-19 akan Beralih ke BPJS jika Kasus Terkendali

Nasional
Kementerian ATR/BPN-KLHK dan KPK Bahas Penataan Batas Kawasan Hutan

Kementerian ATR/BPN-KLHK dan KPK Bahas Penataan Batas Kawasan Hutan

Nasional
Menakar Keuntungan 'Curi Start' Koalisi Indonesia Bersatu

Menakar Keuntungan "Curi Start" Koalisi Indonesia Bersatu

Nasional
Sebut PPKM Bakal Dihapus, Menko PMK: Kalau Covid-19 Terkendali

Sebut PPKM Bakal Dihapus, Menko PMK: Kalau Covid-19 Terkendali

Nasional
Anggap Situasi Hepatitis Mirip Awal Pandemi Covid-19, Melki: Pencegahan yang Terpenting

Anggap Situasi Hepatitis Mirip Awal Pandemi Covid-19, Melki: Pencegahan yang Terpenting

Nasional
Wapres: Indonesia Butuh Lompatan Produktivitas Berbasis Iptek dan Inovasi

Wapres: Indonesia Butuh Lompatan Produktivitas Berbasis Iptek dan Inovasi

Nasional
M Kece Sebut Napoleon Bawa HP dan Rekam Pembicaraan Sebelum Menganiaya Dirinya

M Kece Sebut Napoleon Bawa HP dan Rekam Pembicaraan Sebelum Menganiaya Dirinya

Nasional
Tak Paksa Jadi Capres 2024, Strategi Ridwan Kamil untuk Amankan Posisi di Jabar?

Tak Paksa Jadi Capres 2024, Strategi Ridwan Kamil untuk Amankan Posisi di Jabar?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.