Kompas.com - 23/07/2019, 16:12 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019). Dok. IstimewaMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik CSIS Arya Fernandes menilai ucapan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengaku karier politiknya telah habis dinyatakan dengan sungguh-sungguh.

Arya menuturkan, ucapan tersebut memberi pesan bahwa Ahok mengakui dirinya tak mungkin lagi menduduki posisi jabatan publik yang dulu disandangnya.

"Menurut saya memang Ahok menyadari memang tidak mudah bagi dia untuk kembali kepada politik yang nornal terutama setelah kasus yang mendera dia, Ahok menyadari itu," kata Arya kepada Kompas.com, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Ahok dan 3 Pernyataan soal Karier Politiknya...

Menurut Arya, tidak menutup kemungkinan pula bila pernyataan itu dilontarkan demi memperoleh empati publik.

Sebab, Arya menilai Ahok tak sepenuhnya akan undur diri dari dunia politik. Hal itu terlihat dari keputusan Ahok bergabung ke PDI-Perjuangan setelah bebas dari tahanan.

"Mungkin dia tidak sepenuhnya juga akan undur diri dari politik praktis meskipun dia menyadari apa yang disampaikannya itu, tidak mudah bagi dia untuk kembali lagi menjadi pejabat publik," ujar Arya.

Baca juga: Ahok yang Merasa Tak Pantas Jadi Menteri atau Masuk ke Pemerintahan Lagi...

Diberitakan sebelumnya, Ahok mengaku bahwa karier politiknya sudah selesai. Hal itu ia sampaikan saat menerima Roosseni Award, Senin kemarin.

"Orang mayoritas beragama sudah mencap saya penista, masyarakat kelas menengah, terutama ibu-ibu, marah karena urusan perceraian saya dan pernikahan saya. Jadi, ya sudah sebetulnya sudah selesai (karier politik)," kata Ahok.

Saat ditanya mengenai kemungkinan namanya akan meramaikan bursa calon menteri kabinet Joko Widodo-Maruf Amin, Ahok mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.

"Saya tidak mungkin jadi menteri. Saya kan sudah cacat di Republik ini. Bukan pesimis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan," kata Ahok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X