Kompas.com - 23/07/2019, 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar mengajukan salah seorang kadernya, Zainudin Amali, menjadi menteri dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, informasi itu didengarnya langsung dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Seperti itu yang saya dengar dari pimpinan Partai Golkar. Tapi di mana posisinya, enggak ada yang tau tuh dan saya kira kita sabar dan menunggu," kata Agung saat dijumpai di Kampus IPDN Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Hoaks Nama Menteri Jokowi-Maruf, Penjelasan TKN hingga Dugaan Motif di Baliknya

Selain Zainudin yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR, Agung mendengar ada sejumlah kader partai lainnya yang juga disodorkan ke Presiden Jokowi untuk menjadi menteri. Namun, ia enggan menyebut nama lainnya.

Agung menilai, Zainudin layak menjadi menteri. Sebab, Zainudin merupakan kader Golkar yang tidak mempunyai cacat dari segi hukum hingga saat ini. Pengalaman Zainudin di legislatif layak membawanya menduduki kursi eksekutif.

Bahkan, Agung juga setuju apabila sosok Zainudin duduk di kursi pimpinan DPR maupun MPR. Meski, ia lebih mendorong Zainudin duduk di eksekutif.

"Ya (masuk ke bursa Ketua MPR). Tapi menurut saya, mungkin lebih banyak yang bisa dia lakukan untuk negeri ini ketika dia di pemerintahan. Soal posisinya terserah," ujar Agung.

Baca juga: Pengamat Prediksi pada Periode Kedua Menteri Jokowi Lebih Banyak dari Parpol

Zainudin Amali sendiri mengaku, sama sekali belum membahas peluangnya menjadi menteri atau jabatan apapun dengan Airlangga Hartarto.

"Prinsipnya, saya kerja saja dan soal nanti penilaian seperti apa, ya itu urusan yang menilai ya pimpinan-pimpinan partai. Sebagai kader partai, saya laksanakan kewajiban saya," kata Zainudin saat dikonfirmasi.

 

Kompas TV Presiden Joko Widodo akan melakukan penyegaran di Kabinetnya pada periode 2019-2024. Jokowi akan pilih milenial yang masuk ke kabinetnya. Meski belum ada nama resmi, beberapa milenial digadang-gadang jadi menteri muda. Siapa saja nama-nama calon menteri muda Jokowi? Mereka adalah Bahlil Lahadalia yang merupakan Ketua Umum Hipmi. Presiden Joko Widodo secara terbuka menyebut Bahlil sosok yang cocok menjadi menteri kabinet kerja. Bahlil juga punya karir menarik yaitu pernah menjadi sopir angkutan umum. Lalu ada juga nama Agus Harimurti Yudhoyono, Komandan Kogasma Partai Demokrat ini santer digadang-gadang jadi menteri Jokowi karena beberapa kali dipanggil Jokowi ke Istana. Nama-nama lainnya yang kami rangkum dari berbagai sumber adalah Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany dan Ketum PSI, Grace Natalie. Sejumlah nama lainnya yang muncul seperti Pendiri Gojek Nadiem Makarim, Yenny Wahid, Dito Ariotedjo, Angela Tanoesoedibjo dan sejumlah aktivis reformasi 1998. Lalu, menurut kalian siapa yang cocok dan bakal masuk jadi menteri muda di kabinet Jokowi periode 2019-2024 ini?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat yang Tidak Boleh Dimasuki Penyidik dalam KUHAP

Tempat yang Tidak Boleh Dimasuki Penyidik dalam KUHAP

Nasional
Saksi Ungkap Kakak Bupati Langkat Pengusaha Jagung yang Ikut Tender Proyek Infrastruktur

Saksi Ungkap Kakak Bupati Langkat Pengusaha Jagung yang Ikut Tender Proyek Infrastruktur

Nasional
Otoritas Perlindungan Data Pribadi Dinilai Tak Leluasa jika di Bawah Kemenkominfo

Otoritas Perlindungan Data Pribadi Dinilai Tak Leluasa jika di Bawah Kemenkominfo

Nasional
Otoritas Perlindungan Data Pribadi di Bawah Kementerian Dikhawatirkan Rentan Terpengaruh Politik

Otoritas Perlindungan Data Pribadi di Bawah Kementerian Dikhawatirkan Rentan Terpengaruh Politik

Nasional
JPU Pertanyakan Peran Kakak Bupati Langkat: Kepala Desa Bisa Atur Kadis hingga Ganti Pejabat

JPU Pertanyakan Peran Kakak Bupati Langkat: Kepala Desa Bisa Atur Kadis hingga Ganti Pejabat

Nasional
KPK Duga Wali Kota Ambon Ikut Campur Tentukan Pemenang Lelang

KPK Duga Wali Kota Ambon Ikut Campur Tentukan Pemenang Lelang

Nasional
Hakim Ingatkan Saksi Kasus Korupsi di Langkat: Tak Usah Berpikir Selamatkan Siapa-siapa

Hakim Ingatkan Saksi Kasus Korupsi di Langkat: Tak Usah Berpikir Selamatkan Siapa-siapa

Nasional
Saksi Sebut Kakak Bupati Langkat Sewa Perusahaan agar Dapat Tender Proyek

Saksi Sebut Kakak Bupati Langkat Sewa Perusahaan agar Dapat Tender Proyek

Nasional
Periksa Sekretaris KONI Bogor, KPK Dalami Dugaan Ade Yasin Kumpulkan Uang dari Kontraktor

Periksa Sekretaris KONI Bogor, KPK Dalami Dugaan Ade Yasin Kumpulkan Uang dari Kontraktor

Nasional
Pengacara Duga Ada 'Sosok Besar' yang Ubah Parkindo 1945 Jadi Partai Mahasiswa

Pengacara Duga Ada "Sosok Besar" yang Ubah Parkindo 1945 Jadi Partai Mahasiswa

Nasional
Saksi Ungkap Cara Kakak Bupati Langkat Atur Pemenang Tender Proyek Infrastruktur

Saksi Ungkap Cara Kakak Bupati Langkat Atur Pemenang Tender Proyek Infrastruktur

Nasional
Wamenkes Jelaskan Tahapan Covid-19 Jadi Endemi, Saat Ini Indonesia Masih Pandemi Terkendali

Wamenkes Jelaskan Tahapan Covid-19 Jadi Endemi, Saat Ini Indonesia Masih Pandemi Terkendali

Nasional
Relawan Ganjar 'Pede' soal Kode Dukungan Jokowi Buat 2024

Relawan Ganjar "Pede" soal Kode Dukungan Jokowi Buat 2024

Nasional
UPDATE 23 Mei: 81.197 Spesimen DIperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate PCR 1,92 Persen

UPDATE 23 Mei: 81.197 Spesimen DIperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate PCR 1,92 Persen

Nasional
Saksi Sebut Pesaing Diberi Uang untuk Mundur agar Kakak Bupati Langkat Menang Tender

Saksi Sebut Pesaing Diberi Uang untuk Mundur agar Kakak Bupati Langkat Menang Tender

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.