Kompas.com - 18/07/2019, 21:20 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menunggu iktikad baik dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk memenuhi panggilan KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK akan menunggu kedatangan Enggar setelah Enggar menyelesaikan lawatan ke luar negeri yang menjadi alasan tak bisa memenuhi panggilan KPK. 

"KPK juga menunggu itikad, baik dari Menteri Perdagangan untuk hadir datang ke Gedung KPK menemui penyidik yang memanggil setelah pelaksanaan tugas selesai dalam konteks surat yang dikirimkan itu," kata Febri kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Untuk Ketiga Kalinya, Mendag Enggartiasto Tak Penuhi Panggilan KPK

Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan Enggar. Ini merupakan ketiga kalinya Enggartiasto tak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso.

Kendati demian, menurut Febri, KPK belum berencana melakukan pemanggilan paksa terhadap Enggar. 

Namun, ia tak menutup kemungkinan bila hal itu dilakukan pada kemudian hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tim masih membicarakan ya sampai dengan saat ini apa langkah yang akan diambil sepanjang sesuai hukum acara yang berlaku," ujar Febri.

Ia juga menyampaikan, dalam pemeriksaan itu, Enggar dapat mengklarifikasi hal-hal yang perlu diluruskan. 

"Kalau menteri perdagangan datang, dia bisa menjelaskan secara bebas dan benar apa informasi menurut yang bersangkutan, ini tidak bisa dilakukan kalau yang bersangkutan tidak datang," kata Febri.

Baca juga: Dua Kali Tak Hadir, Mendag Enggartiasto Lukita Akan Diperiksa KPK Hari Ini

KPK pun menyayangkan sikap Enggar yang sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso.

Sebagai pejabat publik, Enggar dinilai seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat untuk patuh pada hukum dengan cara memenuhi panggilan KPK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.