Pansel Gali Keberhasilan dan Kendala Kinerja Pimpinan KPK Saat Ini

Kompas.com - 12/06/2019, 12:02 WIB
Anggota Pansel Calon Pimpinan KPK sekaligus Pakar hukum pidana dan HAM Harkristuti Harkrisnowo (tengah kiri) bersama Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK Yenti Ganarsih (tengah kanan) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comAnggota Pansel Calon Pimpinan KPK sekaligus Pakar hukum pidana dan HAM Harkristuti Harkrisnowo (tengah kiri) bersama Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK Yenti Ganarsih (tengah kanan) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih mengungkapkan, ada beberapa hal yang dibahas Pansel bersama pimpinan KPK periode saat ini.

"Sesuai dengan maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk minta masukan, ya. Terutama masukan-masukan berkaitan dengan kinerja KPK sekarang dan KPK yang diharapkan empat tahun ke depan," kata Yenti usai bertemu dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurut Yenti, pihaknya membahas keberhasilan sekaligus kendala kinerja KPK pada periode saat ini.

Baca juga: Pansel Temui Pimpinan KPK


Hal itu agar Pansel bisa menemukan calon pimpinan baru yang bisa melanjutkan keberhasilan serta memperbaiki kendala yang ada.

"Pansel ingin tahu betul, kan selalu ada perkembangan ya yang 4 tahun dialami dari mereka itu apa, harapan mereka apa, yang sedang diperjuangkan apa, perbaikan untuk KPK ke depan apa. Itu yang kita usahakan nanti kita gali, kita dapatkan dari calon-calon itu supaya ada kesinambungan yang sedang dibangun," kata dia.

Baca juga: Cari Sosok Berkualitas, Ini Langkah Pansel Calon Pimpinan KPK

Selain itu, kata dia, Pansel juga meminta KPK menelusuri rekam jejak para calon pimpinan baru nanti. Hal itu guna memastikan apakah calon pimpinan yang masuk dalam seleksi pernah tersangkut perkara korupsi atau tidak.

"Ketika nanti nama sudah kita umumkan, nama-nama yang lolos seleksi administrasi di mana KPK misalnya tahu bahwa orang-orang tersebut ada kaitannya dengan perkara yang sedang mereka tangani untuk memberitahukan kepada kami, sehingga kami tidak akan melanjutkan seleksi mereka, seperti itu," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X