Mantan Jubir Presiden: Ibu Ani Yudhoyono Penuh Perhatian

Kompas.com - 01/06/2019, 20:01 WIB
Ani Yudhoyono didampingi oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono saat keluar dari ruang perawatan di National Universtiy Hospital, Singapura, Kamis (16/5/2019). ANUNG ANINDITOAni Yudhoyono didampingi oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono saat keluar dari ruang perawatan di National Universtiy Hospital, Singapura, Kamis (16/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Kepresidenan 2009-2014 Julian Aldrin Pasha mengenang Ani Yudhoyono sebagai sosok yang memberikan perhatian kepada semua kalangan termasuk staf pribadi dan orang-orang yang bekerja di lingkungan Kepresidenan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ibu Ani merupakan sosok yang sangat perhatian kepada kami," kata Julian saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (1/6/2019), seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, tak hanya kepada staf atau orang yang bekerja di lingkungan Kepresidenan, Ani Yudhoyono juga menaruh perhatian kepada keluarga dari para staf tersebut.

"Tak hanya saya, tapi juga keluarga. Saya memiliki dua anak dan dalam kesempatan yang ada, ibu Ani juga menanyakan bagaimana kabar anak-anak dan hafal," kata Julian.

Kenangan serupa juga diingat oleh Staf Khusus Kepresidenan di era Presiden SBY, Ahmad Yani Basuki.

Ahmad Yani yang saat ini menjadi Ketua Lembaga Sensor Film mengingat sosok Ani Yudhoyono sebagai pribadi yang hangat dan kekeluargaan.

"Perhatian kepada kami staf khusus sangat baik. Dan beliau hafal satu per satu termasuk dengan istri dan anak-anak," kata Ahmad Yani yang juga dihubungi pada di Jakarta, Sabtu.

Ahmad Yani mengatakan, beberapa kali keluarga para staf juga diajak berkumpul bersama dan hal itu merupakan momen yang sangat lekat dengan rasa kekeluargaan.

Baik Julian maupun Ahmad Yani Basuki yang sempat menengok Ani Yudhoyono di Singapura, merasa kehilangan atas kepergian Ani.

Namun demikan, mereka berkeyakinan SBY maupun keluarga yang ditinggalkan akan tabah dalam menghadapi hal ini.

Ibu Ani tutup usia setelah berjuang melawan kanker darah di National University Hospital (NUH), Singapura, Sabtu pukul 11.50 waktu setempat. Ibu Ani dirawat di rumah sakit tersebut sejak 2 Februari 2019.

Jenazah Ani Yudhoyono sempat disemayamkan di Kedutaan Besar RI di Singapura, sebelum diterbangkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu malam.

Jenazah akan dibawa ke kediamanan di Cikeas, Bogor, untuk disemayamkan.

Rencananya, almarhumah Ani Yudhoyono akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Jakarta, pada Minggu sore



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X