Relawan IT BPN Klaim Temukan 9.440 Kesalahan Input Data ke Situng KPU

Kompas.com - 29/04/2019, 19:59 WIB
Situng KPU, Senin (29/4/2019). tangkapan layar www.pemilu2019.kpu.go.id Situng KPU, Senin (29/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menemukan sebanyak 9.440 kesalahan input data ke dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Koordinator Relawan IT Mustofa Nahrawardaya menuturkan, temuan tersebut merupakan hasil pemantauan yang dilakukan oleh 200 relawan pada 18-29 April 2019.

"Yang diteliti 172.174 dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke web Situng KPU, yaitu sampai hari ini tercatat 42 persen, dari total data TPS yang sudah diverifikasi, ditemukan error sebanyak 6 persen," kata Mustofa saat konferensi pers di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

Menurutnya, terdapat lebih dari 1.000 kesalahan input data yang ditemukan setiap harinya.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: CARA LAPOR KESALAHAN DATA ENTRY SITUNG KPU

Ia menuturkan, kesalahan yang ditemukan berupa selisih suara, jumlah pemilih melebihi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara.

Menurut catatannya, tiga daerah yang memiliki kesalahan terbanyak yaitu di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Di Jawa Barat, timnya menemukan kesalahan input data di 764 TPS. Sementara, terjadi kesalahan pada 706 TPS di Jawa Tengah, dan 385 TPS di Jawa Timur.

Mustofa berpendapat bahwa sejumlah kesalahan merugikan paslonnya.

"Kami juga menemukan indikasi ada pola input dari daerah tertentu tinggi yang menguntungkan paslon 01, dan merugikan paslon 02. Polanya sangat baku dan konsisten. Ada yang sangat cepat, tapi ada yang sangat lambat. Ini sangat mencurigakan," ungkap dia.

Baca juga: Situng KPU 51,83 Persen: Jokowi-Maruf 56,18 Persen, Prabowo-Sandi 43,82 Persen

Kemudian, Direktur Satgas BPN Prabowo-Sandiaga, Toto Utomo Budi Santoso, menuturkan mekanisme pelaporan dugaan kesalahan input tersebut.

Untuk mengawal suara, dua anggota satgas dan relawan ditempatkan di TPS.

Mereka bertugas mengirimkan foto C1 di TPS tempat mereka berjaga untuk dicocokkan dengan data di Situng KPU.

"Jadi dari yang dilaporkan tadi polanya itu konsisten, itu adalah C1 yang difoto oleh para relawan, dikirimkan ke pusat, lalu dikonfirmasi dengan data yang masuk di KPU, di TPS yang sama itu terjadi perubahan-perubahan," kata Toto pada kesempatan yang sama.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X