17 April yang Minus Selebrasi dari Jokowi...

Kompas.com - 18/04/2019, 09:21 WIB
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung saat memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung saat memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat.

Selanjutnya, Jokowi menyampaikan bahwa masyarakat dapat melihat gambaran hasil Pemilu 2019 melalui exit poll maupun hitung cepat yang sudah dipublikasikan. Namun, ia meminta para pendukung bersabar.

Baca juga: Jokowi Ajak Masyarakat Kembali Bersatu Usai Pemilu

“Kita harus bersabar menunggu perhitungan resmi dari KPU,” ujar Jokowi.

Terakhir, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali sebagai saudara sebangsa setanah air. Menjaga persatuan, kerukunan dan persaudaraan usai momen pemungutan suara yang membuat masyarakat cenderung terbelah.

Jokowi dan para tim sukses tidak menyinggung kemenangannya versi hasil hitung cepat. Setelah menyampaikan keterangan pers, Jokowi, Ma’ruf beserta tim sukses pergi meninggalkan lokasi.

Hanya para pendukungnya yang heboh saat bertemu Jokowi. Mereka berkerumum di sisi kiri dan kanan akses Jokowi melintas. Bahkan, massa memenuhi pelataran Djakarta Theater. Mereka ingin melihat Jokowi dari dekat dan mengucapkan selamat atas kemenangannya meski baru sebatas versi hitung cepat.

Lantas, mengapa Jokowi tidak memilih narasi kemenangan?

“Pak Jokowi itu orangnya rendah hati dan sederhana. Beliau itu bukan ‘ge-er’ an dan patuh terhadap konstitusi,” ujar Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid sebagai bagian dari tim sukses.

Jokowi memilih tidak mengumbar kemenangan telebih lantaran menunggu lembaga berwenang yang mengumumkannya.

“Walaupun kami 01 ini percaya diri akan ditetapkan sebagai pemenang, kami tidak ingin bersikap arogan dan kemudian mendeklarasikan kemenangan terlalu dini,” ujar Yenny.

“Kami ingin pihak yang memang memiliki wewenang mengumumkan hasil Pemilu, itulah suara yang harusnya didengar oleh masyarakat. Karena KPU itu lembaga independen,” lanjut dia.

Kepada Kompas.com saat pergi meninggalkan Djakarta Theater, Jokowi mengatakan, akan berkegiatan seperti biasa setelah pencoblosan, yakni menjalankan tugas kenegaraan sebagai Presiden RI.

“Ke Istana lagi, masih ada kerjaan,” ujar Jokowi dari dalam mobilnya.

Ia kemudian menutup jendela mobil yang bergerak perlahan keluar dari lokasi. Jokowi diketahui langung pulang ke kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X