Kemiskinan Menurun, Timses Yakin Jokowi Unggul pada Debat Terakhir

Kompas.com - 12/04/2019, 19:10 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Mukhammad Misbakhun meyakini pasangan calon nomor urut 01 akan unggul dalam debat terakhir pilpres 2019 pada Sabtu (13/4/2019). 

Debat terakhir itu mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

Sebab, ia menilai kinerja petahana sudah terbukti, terutama dalam mengurangi jumlah kemiskinan.

"Jumlah angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan menjadi single digit, menjadi 9,66 persen dari total penduduk Indonesia," kata Misbakhun saat dihubungi, Jumat (12/4/2019).


Baca juga: Ada Kampanye Akbar Jokowi-Maruf di GBK, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

"Perlu kita ketahui 9,66 persen ini secara akumulatif jumlah penduduk miskinnya itu dari 27 juta menjadi sekitar 25 juta. Artinya jumlah penduduk Indonesia bertambah tapi secara akumulatif mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin," tambah dia.

Menurut Misbakhun, banyak program-program pemerintah yang berkontribusi dalam mengatasi kemiskinan ini. Di antaranya adalah penyediaan lapangan pekerjaan serta pemberian bantuan langsung seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

"PKH ini memang program yang sangat berhasil dan diakui oleh banyak pihak, termasuk Bank Dunia," ujar Anggota Komisi XI DPR ini.

Baca juga: Saling Klaim Kubu Jokowi dan Prabowo soal Dukungan Warga NU di Jatim

Misbakhun menjelaskan, PKH ampuh mengatasi kemiskinan karena di dalamnya terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin memaksa anak-anak mereka tetap sekolah. Jika ada anak sekolah dalam satu keluarga, akan ada uang tambahan yang diberikan.

Dengan cara ini, maka indikator indeks pembangunan manusianya juga meningkat.

"Walaupun pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pembangunan akses, koneksifikas, kemudian dan meningkatkan kualitas infrastruktur tapi belanja sosial tetap dilakukan," ujar politisi Partai Golkar ini.



PenulisIhsanuddin
EditorKrisiandi

Close Ads X