Tantangan Jihad Kemanusiaan Usai Keruntuhan ISIS

Kompas.com - 05/04/2019, 16:56 WIB
Pengungsi perempuan dan anak-anak meninggalkan Desa Baghouz di Suriah Timur, Suriah, basis terakhir ISIS yang dihancurkan Tentara Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat. Gambar diambil pada 14 Maret 2019. AFP/GIUSEPPE CACACEPengungsi perempuan dan anak-anak meninggalkan Desa Baghouz di Suriah Timur, Suriah, basis terakhir ISIS yang dihancurkan Tentara Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat. Gambar diambil pada 14 Maret 2019.

Dua anak Shamima tewas di tengah situasi perang. Saat hamil anak ketiga, Shamima Begum berusaha pulang kembali ke Inggris. Media massa dan lembaga-lembaga kemanusiaan, berdebat tentang kondisi Shamima.

Sejumlah forum diskusi di beberapa kampus di Inggris yang saya ikuti, juga membahas perdebatan ini. Ada yang mendukung, ada pula yang khawatir. Namun, Pemerintah Inggris yang diwakili Sajid Javid menyatakan menolak Shamima pulang.

Nasib Shamima pun lalu menggantung. Putra ketiganya yang lahir pada masa ketidakpastian ini pun akhirnya meninggal juga saat baru tiga minggu bernapas.

Sampai tulisan ini dibuat, nasib Shamima Begum masih terlunta. Pendapat publik Inggris terbelah di tengah perbincangan tentangnya.

Jihad kemanusiaan

Seusai keruntuhan ISIS, rehabilitasi eks-kombatan serta perempuan dan anak-anak yang hidup di tengah keriuhan perang ini menjadi masalah besar bagi banyak negara.

Tidak semua negara memiliki peraturan perundangan dan sistem hukum yang komprehensif mengenai hal ini. Kondisi tersebut menjadi isu kemanusiaan yang antara lain terkait dengan geopolitik, kewarganegaraan, dan program deradikalisasi menyeluruh.

Baca juga: Ribuan Anggota ISIS dari 54 Negara yang Ditahan SDF Kini Bak Bom Waktu

Dari data yang dihimpun Kemenhan RI, dari puluhan ribu orang yang bergabung dengan ISIS di kawasan Irak dan Suriah, terdapat sekitar 800 orang dari negara-negara Asia Tenggara dan 700 warga Indonesia. Ini bukan jumlah yang sedikit, mengingat dampak panjang penyebaran ideologi radikal ala ISIS.

Indonesia menjadi salah satu negara yang harus berhadapan dengan tantangan mengenai nasib warga negara yang sempat bergabung dengan ISIS. Tantangan ini termasuk harus pula mencari cara "menangani" mereka secara manusiawi bila kembali ke sini. Tak hanya bagi pemerintah, tantangan yang sama juga harus dihadapi seluruh warga Indonesia.

Karena, sejatinya orang-orang tersebut tetap adalah warga negara Indonesia (WNI) yang berhak mendapat jaminan hukum dan hak sebagai WNI. Yang dibutuhkan adalah langkah komprehensif untuk menjernihkan cara pandang, pola interaksi, dan visi keindonesiaan mereka, sehingga mereka dapat bersosialisasi dengan warga di sekitarnya.

Baca juga: Puluhan WNI Ditemukan di Kamp Penampung Mantan Anggota ISIS di Suriah

Perlu ada "jihad kemanusiaan" untuk menerima kembali WNI yang pernah tersesat di jalur ISIS, sekaligus mengembalikan kesadaran betapa menjadi bagian dari Indonesia merupakan kenikmatan berharga. Yang untuk itu mereka perlu ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perempuan dan ibu-ibu eks-ISIS perlu mendapat sentuhan keterampilan, agar mereka kembali tumbuh berkembang di rahim ibu pertiwi, dan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang ramah serta layak. Program pesantren bagi anak-anak eks-anggota ISIS dengan program deradikalisasi dapat menjadi alternatif, daripada mereka terkungkung dalam sistem pendidikan yang kaku dan formal.

Kita membutuhkan energi cinta kasih dan jihad kemanusiaan yang sejati, untuk dapat dan mampu mengindonesiakan kembali mereka yang sebelumnya sempat tersesat dalam ilusi. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugatan Busyro Muqoddas dkk Terkait Pilkada Disidangkan 10 Desember 2020

Gugatan Busyro Muqoddas dkk Terkait Pilkada Disidangkan 10 Desember 2020

Nasional
Papua Catat 1.755 Kasus Baru Covid-19, Satgas: Itu Akumulasi

Papua Catat 1.755 Kasus Baru Covid-19, Satgas: Itu Akumulasi

Nasional
Satgas: 24 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak dengan Anies dan Riza Patria

Satgas: 24 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak dengan Anies dan Riza Patria

Nasional
Soal 8 Sepeda yang Diamankan KPK, Edhy Prabowo: Saya Beli di Amerika, Tidak Terkait Kasus

Soal 8 Sepeda yang Diamankan KPK, Edhy Prabowo: Saya Beli di Amerika, Tidak Terkait Kasus

Nasional
Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Catatan Penerimaan Suap Wali Kota Cimahi

Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Catatan Penerimaan Suap Wali Kota Cimahi

Nasional
Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ditahan KPK, Rizal Djalil: Tak Perlu Disesalkan, Mengalir Saja seperti Sungai Musi-Batanghari

Ditahan KPK, Rizal Djalil: Tak Perlu Disesalkan, Mengalir Saja seperti Sungai Musi-Batanghari

Nasional
Anggota DPRD DKI Minta Naik Gaji, PKB: Pertimbangkan Suasana Kebatinan Masyarakat

Anggota DPRD DKI Minta Naik Gaji, PKB: Pertimbangkan Suasana Kebatinan Masyarakat

Nasional
Tanggapi Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Polri Klaim Telah Bekerja Sesuai Prosedur

Tanggapi Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Polri Klaim Telah Bekerja Sesuai Prosedur

Nasional
Wakapolri: Siapa Pun yang Ikut Benny Wenda Kami Tindak Tegas

Wakapolri: Siapa Pun yang Ikut Benny Wenda Kami Tindak Tegas

Nasional
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Satgas Sebut Masyarakat Kian Abai Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Satgas Sebut Masyarakat Kian Abai Protokol Kesehatan

Nasional
Eks Anggota BPK Rizal Djalil Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Eks Anggota BPK Rizal Djalil Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Nasional
Pesan Penyintas: Terpapar Covid-19 Sungguh Menyakitkan

Pesan Penyintas: Terpapar Covid-19 Sungguh Menyakitkan

Nasional
Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X