Cerita Sandiaga Hampir Dilempar Durian Saat Berkampanye di Palopo

Kompas.com - 04/04/2019, 07:31 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyapa pendukungnya saat kampanye terbuka di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/3/2019). Dalam kampanye tersebut Sandiaga Uno mengajak seluruh simpatisan untuk memenangkan dirinya serta Prabowo Subianto yang maju dalam Pemilu pada April mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyapa pendukungnya saat kampanye terbuka di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/3/2019). Dalam kampanye tersebut Sandiaga Uno mengajak seluruh simpatisan untuk memenangkan dirinya serta Prabowo Subianto yang maju dalam Pemilu pada April mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menceritakan pengalamannya berkampanye di Palopo, Sulawesi Selatan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi kelompok Bugis-Makassar Rantau untuk paslon Prabowo Subianto-Sandiaga, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2019).

Sandiaga mengatakan ia merasakan euforia masyarakat yang luar biasa saat berkampanye di daerah tersebut.

Bahkan, dia menuturkan ada pula yang ingin melemparinya dengan durian karena sangat bersemangat.

"Saya juga melihat bagaimana di Palopo dahsyat, saya dihadang berkali-kali, dan ternyata Palopo terkenal duriannya," kata Sandiaga.

"Ada masyarakat saking semangatnya mau lempar durian ke saya," sambung dia.

Ungkapan Sandi langsung disambut riuh tawa para hadirin.

Baca juga: [BERITA POPULER] Elektabilitas Terkini Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Versi 7 Lembaga Survei

Kemudian, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan bahwa beruntungnya hal itu tidak terjadi.

"Untung enggak jadi," ujarnya sambil tersenyum.

Dari kejadian tersebut, Sandiaga berkesimpulan bahwa rakyat menginginkan perubahan melalui pemimpin negara yang baru. "Saya lihat bahwa rakyat rindu dan ingin perubahan," tutur dia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X