Gerindra dan PDI-P Paling Banyak Pemilih Loyal, Demokrat Paling Sedikit

Kompas.com - 21/03/2019, 10:03 WIB
Suasana gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5/2009). KOMPAS/PRIYOMBODOSuasana gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Partai Gerindra dan PDI Perjuangan merupakan dua partai politik yang paling banyak diisi oleh pemilih loyal. Sementara itu, Partai Demokrat paling sedikit diisi oleh pemilih loyal alias lebih banyak pemilih mengambang.

Demikian hasil survei elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019 yang dirilis Litbang Kompas, Kamis (21/3/2019).

Berdasarkan survei yang dilakukan 22 Februari hingga 5 Maret 2019, PDI Perjuangan meraih elektabilitas tertinggi, yakni 26,9 persen.

Dari persentase itu, jumlah pemilih loyalnya sebesar 76,5 persen. Pemilih loyal, artinya pilihannya sudah mantab dan tidak akan mengubah pilihannya. Sementara, jumlah pemilih mengambangnya sebesar 23,5 persen. Pemilih mengambang, artinya masih bisa mengubah pilihannya.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: 18,2 Persen Responden Belum Tentukan Pilihan Parpol

Gerindra yang berdasarkan survei, elektabilitasnya sebesar 17,0 persen, jumlah pemilih loyalnya sedikit lebih banyak dibandingkan PDI Perjuangan, yakni sebesar 80,8 persen. Sementara, jumlah pemilih mengambangnya juga lebih sedikit dibandingkan PDI Perjuangan, yakni sebesar 18,24 persen.

Selanjutnya Golkar. Survei menunjukkan, elektabilitas partai berlambang beringin itu sebesar 9,4 persen. Namun, jumlah pemilih loyal pada partai itu hanya sekitar setengahnya, yakni 56,6 persen. Sementara, 43,4 persen lainnya merupakan pemilih mengambang.

Adapun Partai Demokrat, dengan elektabilitas sebesar 4,6 persen, jumlah pemilih loyalnya lebih sedikit dibandingkan pemilih mengambang. Jumlah pemilih loyalnya, sebesar 45,1 persen. Sementara, pemilih mengambangnya sebesar 54,9 persen.

Baca juga: Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Di kalangan partai berbasis Islam, jumlah pemilih mengambangnya juga cukup tinggi, meski tetap berada di bawah jumlah pemilih loyal.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya. Berdasarkan survei, elektabilitasnya sebesar 4,5 persen. Jumlah pemilih loyal di partai itu sebesar 59,7 persen. Sementara, pemilih mengambang juga cukup besar, yakni sebesar 40,3 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berdasarkan survei, elektabilitasnya mencapai 6,8 persen, jumlah pemilih loyalnya sebesar 61,8 persen. Sementara, jumlah pemilih mengambangnya sebesar 38,2 persen."

Catatan redaksi:
Berita ini sudah tayang di harian Kompas dan Kompas.id pada Kamis, 21 Maret 2019 dengan judul berita "Partai Bisa Lebih Sederhana".

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Nasional
Demokrat Resmi Usung Denny Indrayana pada Pilkada Kalimantan Selatan

Demokrat Resmi Usung Denny Indrayana pada Pilkada Kalimantan Selatan

Nasional
Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Nasional
Kepala Keluarga Perempuan Kesulitan Ekonomi, Kemensos Minta Pemda Perbaiki Data Penerima Bansos

Kepala Keluarga Perempuan Kesulitan Ekonomi, Kemensos Minta Pemda Perbaiki Data Penerima Bansos

Nasional
Diduga Bertemu Djoko Tjandra di Luar Negeri, Ini Pasal Pidana yang Bisa Jerat Jaksa Pinangki

Diduga Bertemu Djoko Tjandra di Luar Negeri, Ini Pasal Pidana yang Bisa Jerat Jaksa Pinangki

Nasional
PK Perkara Syafruddin Arsyad Temenggung Ditolak MA, Ini Respons KPK

PK Perkara Syafruddin Arsyad Temenggung Ditolak MA, Ini Respons KPK

Nasional
MAKI Nilai Bareskrim Perlu Periksa Jaksa Pinangki Terkait Djoko Tjandra

MAKI Nilai Bareskrim Perlu Periksa Jaksa Pinangki Terkait Djoko Tjandra

Nasional
LPSK Desak Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai bagi Saksi dan Korban TPPO

LPSK Desak Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai bagi Saksi dan Korban TPPO

Nasional
Kemensos Sebut Sudah Bantu Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi Covid-19

Kemensos Sebut Sudah Bantu Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Nasional
Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Nasional
Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Nasional
LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X