CEK FAKTA: Ma'ruf Amin Sebut Angka Pengangguran Turun

Kompas.com - 17/03/2019, 23:07 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menyatakan bahwa angka pengangguran turun di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang kini sekitar 7 juta orang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin dalam debat ketiga Pilpres 2019, saat membahas mengenai tenaga kerja.

"Sampai tahun 2024 kami estimasikan kita bisa menumbuhkan yaitu 3.500 startup sehingga membuka lapangan kerja. Walaupun angka pengangguran seperti yang saya katakan sudah turun, tapi akan terus tekan turun lagi," ucap Ma'ruf Amin dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/3/2019).

Benarkah data yang disampaikan Ma'ruf Amin?


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran memang mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir.

Pada Agustus 2018, angka pengangguran mencapai 5,34 persen atau 7.000.691 orang. Angka tersebut turun dibandingkan bulan Agustus 2017, di mana tercatat sebanyak 7.040.323 orang menganggur.

Bandingkan dengan data pada Agustus 2008, yaitu tercatat sebanyak 9.394.515 orang menganggur. Angka ini berkurang pada Agustus 2013, yaitu angka pengangguran turun menjadi 7.410.931 orang.

Kepala BPS Suhariyanto pada November 2018 menyampaikan, pengangguran di kota lebih tinggi dibandingkan di desa.

Informasi yang ada menyebutkan, pada Agustus 2018, jumlah angkatan kerja mencapai 131,01 juta orang atau naik 2,95 juta orang. Hal tersebut naik dibandingkan bulan Agustus 2017.

Sebanyak 56,84 persen penduduk bekerja di sektor informal, turun 0,19 persen dibandingkan Agustus 2017.

Dalam satu tahun terakhir, peningkatan persentase penduduk bekerja di sektor penyedia akomodasi dan makan minum sebanyak 0,47 persen poin, industri pengolahan sebanyak 0,21 persen poin, dan bidang transporrtasi 0,17 persen poin.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkas Perkara Polwan yang Lontarkan Ujaran Rasis dalam Kasus Surya Anta Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Polwan yang Lontarkan Ujaran Rasis dalam Kasus Surya Anta Dinyatakan Lengkap

Nasional
Prabowo Tunjuk 5 Jubir Gerindra: Muzani sampai Habiburokhman

Prabowo Tunjuk 5 Jubir Gerindra: Muzani sampai Habiburokhman

Nasional
Mahfud MD Pimpin Rapat untuk Atasi Kebakaran Hutan, Undang Kepala Daerah

Mahfud MD Pimpin Rapat untuk Atasi Kebakaran Hutan, Undang Kepala Daerah

Nasional
Kode-kode Kapolri bagi Kapolda Metro Jaya, Terkait Jabatan Kabareskrim?

Kode-kode Kapolri bagi Kapolda Metro Jaya, Terkait Jabatan Kabareskrim?

Nasional
Wakapolri Ari Dono Akan Pensiun, Siapa Kandidat Penggantinya? Ini Kata Polri

Wakapolri Ari Dono Akan Pensiun, Siapa Kandidat Penggantinya? Ini Kata Polri

Nasional
Banyak Kader Incar Kursi Ketum, PAN Yakin Tak Bakal Pecah

Banyak Kader Incar Kursi Ketum, PAN Yakin Tak Bakal Pecah

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ketegasan Erick Thohir | Radikalisme di Kementerian BUMN

[POPULER NASIONAL] Ketegasan Erick Thohir | Radikalisme di Kementerian BUMN

Nasional
Anak dan Menantu Jokowi Jadi Calon Wali Kota, Presiden PKS: Jangan Kembangkan Dinasti

Anak dan Menantu Jokowi Jadi Calon Wali Kota, Presiden PKS: Jangan Kembangkan Dinasti

Nasional
Dorongan Mencapreskan Airlangga di 2024 Dinilai Positif untuk Kaderisasi

Dorongan Mencapreskan Airlangga di 2024 Dinilai Positif untuk Kaderisasi

Nasional
Istana Ingatkan Pengkritik Presiden agar Berhati-hati

Istana Ingatkan Pengkritik Presiden agar Berhati-hati

Nasional
RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Masuk Prolegnas Prioritas 2020

RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Masuk Prolegnas Prioritas 2020

Nasional
BNN: Penyalah Guna Narkoba di Indonesia Naik 0,03 Persen

BNN: Penyalah Guna Narkoba di Indonesia Naik 0,03 Persen

Nasional
Polisi Kejar Satu Tahanan yang Kabur dari Polsek Pangkalan Kerinci, Riau

Polisi Kejar Satu Tahanan yang Kabur dari Polsek Pangkalan Kerinci, Riau

Nasional
Otak-atik Pengurus Golkar: Kuasa Airlangga dan Bayangan Bamsoet

Otak-atik Pengurus Golkar: Kuasa Airlangga dan Bayangan Bamsoet

Nasional
Pilih Ketum secara Aklamasi, Golkar Dinilai Takut Kembali Terjebak Dualisme

Pilih Ketum secara Aklamasi, Golkar Dinilai Takut Kembali Terjebak Dualisme

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X