Tiba di Gedung KPK, Romahurmuziy Pakai Topi, Masker, dan Kacamata Hitam

Kompas.com - 15/03/2019, 20:33 WIB
Ketua Umum PPP Romahurmuziy dibawa ke Gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3/2019).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Ketua Umum PPP Romahurmuziy dibawa ke Gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dibawa masuk ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (15/3/2019). Romy tiba sekitar pukul 20.14 WIB.

Pantauan Kompas.com, Romy dibawa menggunakan mobil Toyota Innova hitam milik KPK.

Saat turun dari kursi penumpang, ia langsung dikawal oleh sejumlah petugas KPK.

Romy tampak menggunakan topi, masker, dan kacamata hitam. Romy, yang mengenakan jaket hitam itu, menundukkan kepalanya saat berjalan menuju pintu masuk Gedung KPK.


Baca juga: Jokowi Masih Tunggu Keterangan Resmi KPK soal OTT Romahurmuziy

Ia terlihat berupaya menghindari bidikan kamera wartawan. Tak ada kata-kata yang diucapkan Romy saat ditanya awak media.

Setelah tiba di Gedung KPK, Romy langsung dibawa ke ruang pemeriksaan saksi dan tersangka di Lantai II.

Romy diamankan bersama lima orang lainnya dalam OTT yang digelar KPK di Jawa Timur, Jumat pagi.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang dalam pecahan rupiah.

Baca juga: Kasus yang Libatkan Romahurmuziy Sudah Lama Diintai KPK

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, diduga akan terjadi transaksi terkait pengisian jabatan Kementerian Agama, baik di tingkat pusat dan daerah.

"Diduga itu terkait dengan pengisian jabatan di kementerian. Tidak hanya di Jakarta ya, tetapi juga jaringan atau struktur kementerian yang ada di daerah juga," ujar Febri di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jumat.

Febri mengatakan, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum lebih lanjut dari orang-orang yang diamankan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Nasib Remaja 'Egg Boy', Ditawari Ferrari hingga Kini Benci Telur

Nasib Remaja "Egg Boy", Ditawari Ferrari hingga Kini Benci Telur

Internasional
Dies Natalis Universitas Pasundan dan Reformasi Pendidikan Tinggi

Dies Natalis Universitas Pasundan dan Reformasi Pendidikan Tinggi

Edukasi
Jokowi: Ada yang Bilang, Pak Kok Kelihatannya Badannya Agak Gemuk

Jokowi: Ada yang Bilang, Pak Kok Kelihatannya Badannya Agak Gemuk

Nasional
Gubernur Maluku Murad Ismail Berjanji Turun Gunung untuk Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Gubernur Maluku Murad Ismail Berjanji Turun Gunung untuk Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Regional
Sekolah di Pedalaman Flores Ini Bahkan Tak Mampu Beli Kapur Tulis

Sekolah di Pedalaman Flores Ini Bahkan Tak Mampu Beli Kapur Tulis

Regional
Moeldoko Pastikan Bus Listrik Transjakarta dari PT MAB Segera Meluncur

Moeldoko Pastikan Bus Listrik Transjakarta dari PT MAB Segera Meluncur

Regional
Sandiaga Mengaku Kemenangan di Pilkada DKI Terasa di Pilpres 2019

Sandiaga Mengaku Kemenangan di Pilkada DKI Terasa di Pilpres 2019

Nasional
Anak-anak Pakai Kaos Caleg di Jakbar, Bawaslu Telusuri Dugaan Pelanggaran Kampanye

Anak-anak Pakai Kaos Caleg di Jakbar, Bawaslu Telusuri Dugaan Pelanggaran Kampanye

Megapolitan
Moeldoko Sebut Pilpres 2019 Tak Pengaruhi Investasi di Indonesia

Moeldoko Sebut Pilpres 2019 Tak Pengaruhi Investasi di Indonesia

Regional
Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Regional
SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Nasional
Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Internasional
Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Regional
Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Nasional

Close Ads X