Idrus Marham: Kalau untuk Golkar, Kenapa Pencairan Cek Lewat Rekening Suami Eni?

Kompas.com - 12/03/2019, 14:00 WIB
Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/3/2019). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINMantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, membantah menerima uang dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Idrus mengatakan, dia tidak ada kaitannya dengan penerimaan uang Rp 2 miliar dari Kotjo.

Hal itu dikatakan Idrus saat memberikan keterangan sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/3/2019).

"Sebenarnya yang butuh uang siapa? Apakah saya atau Eni? Kalau memang buat Golkar, kenapa tidak pakai rekening Golkar? Pencairan cek itu pakai rekening suaminya," ujar Idrus.

Baca juga: Idrus Marham: Luar Biasa, Eni Gunakan Nama Saya secara Fiktif

Menurut Idrus, dia baru tahu ada uang Rp 2 miliar dari Kotjo untuk Munaslub Golkar saat mengikuti persidangan di pengadilan.

Idrus juga mengaku baru mengetahui bahwa uang tersebut dicairkan melalui rekening suami Eni.

"Cek itu kepada suaminya. Kalau waktu itu saya tahu, saya larang. Sama sekali saya tidak tahu. Saya baru tahu di sini," kata Idrus.

Dalam kasus ini, Idrus didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo.

Baca juga: Idrus: Pak Kotjo Bilang Bukan Uang Negara, Eni Bilang Ini Halal

Mantan Menteri Sosial itu didakwa melakukan perbuatan bersama-sama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga agar Eni membantu Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Menurut jaksa, uang Rp 2 miliar tersebut diduga digunakan untuk kepentingan munaslub Partai Golkar. Hal itu juga diakui oleh Eni Maulani saat bersaksi dalam persidangan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X