Jokowi Minta Pekerja Senior PTPN Diberi Lahan 1.000 Meter Persegi

Kompas.com - 21/02/2019, 12:10 WIB
Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019, terkait dukungan terhadap anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019, terkait dukungan terhadap anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Kamis (21/2/2019) siang, menerima Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN), di Istana Merdeka, Jakarta.

Organisasi FSPBUN ini beranggotakan para pekerja di PT Perkebunan Nusantara ( PTPN) I sampai XIV.

"Beliau mengundang para pengurus serikat pekerja untuk menanyakan apa sih persoalan-persoalan dari perkebunan," kata Menteri BUMN Rini Soemarno yang ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu.

Baca juga: Tuntut Gaji dan Uang Bonus, Ratusan Karyawan PTPN 7 Cinta Manis Demo

Menurut Rini, Presiden sempat mendapatkan keluhan soal masalah kesejahteraan para pekerja.

Jokowi pun meminta Kementerian BUMN dan manajemen PTPN segera menindaklanjuti keluh kesah para pekerja ini. Bahkan Jokowi meminta agar para pekerja senior bisa mendapatkan lahan.

Menteri BUMN Rini SoemarnoKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri BUMN Rini Soemarno

"Jadi bapak presiden meminta kepada saya untuk melihat bagaimana bila karyawan-karyawan dari perkebunan ini, yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas, bisa mendapatkan lahan 1.000 meter persegi," kata Rini.

"Sehingga mereka mendapatkan ketenangan, tinggal di sana, punya tempat tinggal yang permanen, sehingga mereka juga komitmen untuk menjaga kebun-kebun ini," lanjutnya.

Baca juga: Bangun Pabrik Biodiesel, Holding PTPN III Gandeng Pertamina

Menurut Rini, Presiden menekankan bahwa perkebunan nusantara sangat besar.

Oleh karena itu perkebunan nusantara harus bisa memberikan kesejahteraan kepada karyawan maupun sekeliling.

"Bagaimana keuntungan harus bisa dicetak dan masuk ke produk-produk hilir sehingga perkebunan nusantara nanti nilai tambahnya menjadi nilai lebih tinggi, keuntungan jadi lebih baik," kata Rini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X