Kompas.com - 28/01/2019, 18:01 WIB
Calon Wakil Presiden Nomor urut 02, Sandiaga Uno mengomentari tersebarnya tabloid Indonesia Barokah di Sejumlah Wilayahnya di Indonesia kepada Wartawan di Rumah Djoeang, Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, pada Minggu (27/1/2019) KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARICalon Wakil Presiden Nomor urut 02, Sandiaga Uno mengomentari tersebarnya tabloid Indonesia Barokah di Sejumlah Wilayahnya di Indonesia kepada Wartawan di Rumah Djoeang, Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, pada Minggu (27/1/2019)

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, keberagaman adalah aset dari Tuhan yang harus dijaga keberlangsungannya.

"Keberagaman ini harus dijaga untuk mencapai negara yang adil dan makmur," kata Sandiaga usai menghadiri pertemuan dengan pendeta dan komunitas Nasrani Karanganyar di Gedung PGRI Manggung, Kabupaten Karanganyar, Senin (28/1/2019), seperti dikutip Antara.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi toleransi di Kabupaten Karanganyar, seperti umat Islam menjaga umat Hindu yang merayakan Nyepi.

"Komunitas yang ada di Karanganyar ini menjadi inspirasi. Selama diperlakukan adil, tidak akan terasa minoritas maupun mayoritas," katanya.

Ia mengatakan, negara harus hadir untuk memastikan seluruh umat diperlakukan adil.

"Kita harus memberikan kesetaraan, Indonesia yang sangat beragam ini harus dijunjung tinggi. Saya sendiri punya pengalaman, selama 7 tahun di sekolah Kristen, 3 tahun di sekolah Katolik. Tidak pernah diperlakukan tidak adil," katanya.

Sementara itu, pada kunjungannya tersebut, Sandi juga sempat melakukan dialog dengan para peserta yang hadir.

Beberapa pembahasan yang diangkat, di antaranya lapangan kerja dan peluang usaha.

"Terima kasih karena saya banyak mendapatkan aspirasi dari para pendeta dan komunitas Nasrani yang ada di Karanganyar. Masukannya berpihak pada penciptaan lapangan kerja, peluang usaha untuk anak muda juga untuk ibu-ibu, buruh honorer, dan penyandang disabilitas," katanya.

Sandiaga akan memprioritaskan kelompok minoritas tersebut.

"Prabowo/Sandi bisa hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan ekonomi dan berkeadilan," katanya.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: 10 Provinsi Pertumbuhan Ekonominya Positif, 24 Lainnya Negatif Semua

Jokowi: 10 Provinsi Pertumbuhan Ekonominya Positif, 24 Lainnya Negatif Semua

Nasional
Jokowi: Mobilitas Warga di Tempat Wisata Tinggi Sekali Selama Lebaran

Jokowi: Mobilitas Warga di Tempat Wisata Tinggi Sekali Selama Lebaran

Nasional
Okupansi Hotel di 4 Provinsi Naik 43 hingga 80 Persen, Jokowi Singgung 'Gas dan Rem'

Okupansi Hotel di 4 Provinsi Naik 43 hingga 80 Persen, Jokowi Singgung "Gas dan Rem"

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Tahap 3 Akan Dimulai di 4 Kota Besar, Jakarta Jadi Pilot Project

Vaksinasi Covid-19 Tahap 3 Akan Dimulai di 4 Kota Besar, Jakarta Jadi Pilot Project

Nasional
Jokowi Minta Pemda Tekan Keterisian RS Rujukan Covid-19 hingga di Bawah 50 Persen

Jokowi Minta Pemda Tekan Keterisian RS Rujukan Covid-19 hingga di Bawah 50 Persen

Nasional
Covid-19 Melonjak di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-hati Pandemi Gelombang Kedua

Covid-19 Melonjak di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-hati Pandemi Gelombang Kedua

Nasional
Polri Masih Perbaiki Berkas Perkara Unlawful Killing Laskar FPI

Polri Masih Perbaiki Berkas Perkara Unlawful Killing Laskar FPI

Nasional
Tingkatkan Akurasi Data Penyaluran Bansos, Kemensos Manfaatkan Sistem Digital

Tingkatkan Akurasi Data Penyaluran Bansos, Kemensos Manfaatkan Sistem Digital

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Kasus Aktif Covid-19 Meningkat di 15 Provinsi

Jokowi: Hati-hati, Kasus Aktif Covid-19 Meningkat di 15 Provinsi

Nasional
Kuasa Hukum RJ Lino Minta Majelis Hakim Nyatakan Penyidikan yang Dilakukan KPK Tidak Sah

Kuasa Hukum RJ Lino Minta Majelis Hakim Nyatakan Penyidikan yang Dilakukan KPK Tidak Sah

Nasional
Jokowi: Jumlah Warga yang Nekat Mudik Ternyata Masih Banyak, 1,5 Juta

Jokowi: Jumlah Warga yang Nekat Mudik Ternyata Masih Banyak, 1,5 Juta

Nasional
Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Nasional
Jokowi: Semakin Banyak Testing Covid-19 Semakin Baik

Jokowi: Semakin Banyak Testing Covid-19 Semakin Baik

Nasional
Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba Juni-Juli untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Nasional
3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

3 Laporan Terkait Azis Syamsuddin Sudah Lengkap, MKD DPR RI Akan Panggil Pelapor

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X