Jubir Jokowi-Ma'ruf: Prabowo Andalkan Strategi "Our Brand Is Crisis"

Kompas.com - 15/01/2019, 06:18 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, membaca strategi yang digunakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaan tadi malam. Ace menilai strategi ini tetap digunakan oleh Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2019.

Tadi malam, Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan "Indonesia Menang" di Jakarta Convention Center.

"Prabowo tetap mengandalkan strategi our brand is crisis dengan menilai situasi negara saat ini di tengah krisis. Semua dilihat buruk, sengsara, tertinggal, terbelakang, dan tergantung. Dengan cara itu, Prabowo ingin tampil sebagai penyelamat," ujar Ace melalui keterangan tertulis, Selasa (15/1/2019).

Baca juga: Prabowo: Jangan-jangan Bertahan 10 Tahun Saja, Kita Sudah Setengah Mati

Ace mengatakan, penggambaran situasi yang dilakukan Prabowo mirip dengan apa yang dilakukan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat.

Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2018)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2018)

Trump juga mengaduk sentimen dan emosi masyarakat dengan mengangkat contoh dramatis tanpa data akurat.

Padahal, kalau bicara soal program, kata Ace, tidak ada yang asli. Ace mengatakan, program yang dijanjikan Prabowo sebagian besar sudah dilaksanakan Jokowi.

"Prabowo baru berjanji, Jokowi sudah memberikan bukti. Lima fokus dan agenda aksinya banyak menjiplak program Jokowi," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Kita Harus Bikin Mobil Produk Indonesia, Jangan Mobil Etok-etok

Ace menyinggung program Prabowo yang ingin memulai stabilisasi harga, membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan, penguatan BUMN, dan yang lain. Menurutnya, itu semua sudah mulai dikerjakan oleh Jokowi.

Baginya, pidato Prabowo selama 2 jam itu hanya mempromosikan apa yang sudah dikerjakan Jokowi. Pada akhirnya, tidak ada yang baru dalam pidato itu.

"Tidak ada yg baru dari pidato visi misi Prabowo malam ini. Dua jam membaca telepromter hanya dipenuhi retorika tapi tetap klise, miskin gagasan segar," kata dia.

Kompas TV Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan dengan tema "Indonesia Menang". Dalam pidatonya Prabowo kembali menyampaikan tentang utang negara dan harga-harga bahan pokok yang mahal. Acara pidato kebangsaan Prabowo digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Didampingi calon wakil presidennya, Sandiaga Uno, Prabowo menyatakan tentang pemerintah yang terus menambah utang luar negeri. Acara ini juga dihadiri ketua umum parpol pengusung Prabowo-Sandi seperti ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibul Iman.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X