Awali Pidatonya, Prabowo Singgung Kondisi Ekonomi yang Membebani Rakyat

Kompas.com - 14/01/2019, 21:13 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menyinggung kasus warga di sejumlah daerah yang bunuh diri karena dipicu permasalahan ekonomi.

Hal ini disampaikannya saat mengawali pidato kebangsaan bertajuk "Indonesia Menang" di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam.

Ia mengungkapkan seorang buruh tani di Desa Tawangharjo bernama Hardi yang meninggal dunia gantung diri karena tidak sanggup membayar utang dan beban ekonomi yang terlalu berat.

"Selama beberapa tahun terakhir ini, saya mendapat laporan, ada belasan cerita tragis seperti Almarhum Hardi ini," ujar Prabowo.


Baca juga: Jika Jadi Presiden, Prabowo Tawarkan Lima Langkah untuk Indonesia Menang

Kemudian, Prabowo juga menyebut kasus Sudarsi di Desa Watusigar Gunung Kidul dan seorang guru di Pekalongan yang bunuh diri.

"Ini kisah-kisah yang masuk berita. Yang tidak masuk berita mungkin lebih banyak lagi," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Kalau ada rakyat yang lapar dan gantung diri karena putus asa ini adalah penghinaaan kepada pendiri bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Selain itu, ia juga mengungkapkan keluhan petani yang hasil panennya tidak laku karena pemerintah memberlakukan kebijakan impor bahan pangan seperti beras dan gula.

Baca juga: Prabowo Sebut Pemerintah Sebabkan Sejumlah BUMN Bangkrut

Prabowo mengatakan, beberapa persoalan tersebut merupakan sedikit dari banyak kegusaran yang ia rasakan.

Hal inilah yang membuat dirinya dan Sandiaga memutuskan untuk maju dalam Pilpres 2019.

"Kami juga ingin menyampaikan kepada Saudara, apa-apa yang menjadi kegusaran kami, apa-
apa yang mendorong kami untuk terus berada di kancah politik, dan menawarkan diri kami untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Prabowo.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X