Kompas.com - 11/01/2019, 15:26 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pembangunan light rail transit (LRT) kurang efisien lantaran berbiaya mahal dan letaknya bersebelahan dengan jalan tol.

Hal itu disampaikan Kalla saat berpidato di hadapan anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

"Membangun LRT ke arah Bogor dengan elevated. Ya buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol? Dan biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah," ujar Kalla.

Baca juga: Pembangunan TOD LRT Jabodebek Masih Terkendala Pembebasan Lahan

"Tapi bangunnya gitu. Itu kemungkinan, siapa konsultan yang memimpin ini? Sehingga biayanya (mahal) per kilometer. Kapan kembalinya kalau dihitungnya seperti itu?" lanjut Kalla.

Ia mengatakan, sedianya tak masalah bila biaya pembangunan LRT Jabodebek yang seharga Rp 264,7 miliar per kilometer itu berada di tengah kota.

Ia lantas membandingkannya dengan pembangunan MRT Jakarta yang menurut dia lebih efisien. Kalla mengungkapkan harga pembangunan MRT per kilometernya tidak terpaut jauh dengan LRT, yakni Rp 331 miliar tiap kilometer.

Apalagi, sambung Kalla, MRT dibangun di lokasi permukiman dan perkantoran.

Kalla juga mengapresiasi pembangunan MRT lantaran mempertimbangkan manajemen kemacetan.

"Mereka ada spesial konsultan untuk traffic management. Jadi kontraktornya di samping konstruksi sipilnya juga mempunyai konsultan traffic management bagaimana membangun supaya tidak macet dan bersih lagi (pembangunannya)," lanjut Kalla.

Baca juga: Total Proyek LRT Disepakati Rp 29,9 Triliun

Untuk diketahui, total anggaran proyek LRT Jabodebek adalah sebesar Rp 29,9 triliun. Proyek ini terdiri dari sarana, prasarana, dan IDC (Interest During Construction).

Pembiayaan proyek dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 25,7 triliun. Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk membiayai proyek sebesar Rp 4,2 triliun. 

Kompas TV Peninjauan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pihak LRT Jakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.