Presiden Jokowi: Harga Beras Mulai Turun

Kompas.com - 10/01/2019, 11:17 WIB
Presiden Joko Widodo blusukan gudang milik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Kamis (10/1/2019) pagi. Gudang yang dicek Jokowi adalah divisi regional DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo blusukan gudang milik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Kamis (10/1/2019) pagi. Gudang yang dicek Jokowi adalah divisi regional DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut harga beras mulai turun seiring dengan langkah Badan Urusan Logistik (Bulog) yang gencar melakukan operasi pasar.

Hal ini disampaikan Jokowi usai meninjau gudang bulog divisi regional DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

"Harga beras mulai turun, nanti apalagi sebentar lagi Februari, Maret, sudah mulai masuk panen raya, ini akan pengaruhi suplai dari produksi lagi di lapangan," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Stok Beras Melimpah, Presiden Jokowi Yakin Tak Ada yang Bermain Harga

Jokowi mengaku sudah mengecek sendiri ke Pasar Cipinang. Harga beras, kata dia, perlahan-lahan mulai turun sebesar Rp 50.

"Memang sudah mulai tren turun, Rp 50, tren ini turun, ini juga sudah beberapa hari ini Bulog sudah operasi pasar besar-besaran untuk memberikan suplai kepada pasar-pasar yang membutuhkan," kata dia.

Mantan Walikota Solo ini mengaku senang karena Bulog memiliki stok beras yang melimpah. Ia mengatakan, biasanya pada akhir Desember, stok beras Bulog hanya 700.000 ton sampai 800.000 ton. 

Namun, di akhir Desember 2018 ini, stok sudah mencapai 2,1 juta ton.

"Oleh sebab itu, stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga bahan pokok ini terutama beras bisa sedikit turun," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Kepala Negara menambahkan, dengan stok beras Bulog yang melimpah saat ini, pemerintah bisa saja menurunkan harga beras secara drastis.

Namun, hal itu tidak dilakukan karena menjaga harga di tingkat petani.

"Kalau kita mau harga turun secara drastis ya gampang, suplai saja semuanya ke pasar, tapi kan harga petani, petani jadi rugi. Jadi keseimbangan harga produksi dan harga pasar harus dijaga oleh Bulog, tidak bisa terlalu murah karena petani akan menjerit," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI AD Terima Laporan Hasil Uji Klinis Obat Anticovid-19, Diklaim Ampuh 90 Persen

TNI AD Terima Laporan Hasil Uji Klinis Obat Anticovid-19, Diklaim Ampuh 90 Persen

Nasional
Ketua KPU Harap Semua Pihak Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Proses Pilkada 2020

Ketua KPU Harap Semua Pihak Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Proses Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Bersepeda Sambil Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Jokowi Bersepeda Sambil Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Nasional
UPDATE : Tak Kurang dari 1.862.801 Spesimen Terkait Covid-19 Telah Diperiksa

UPDATE : Tak Kurang dari 1.862.801 Spesimen Terkait Covid-19 Telah Diperiksa

Nasional
KPU: 226 Daerah Sudah Transfer 100 Persen Dana Pilkada 2020 ke Penyelenggara Pemilu

KPU: 226 Daerah Sudah Transfer 100 Persen Dana Pilkada 2020 ke Penyelenggara Pemilu

Nasional
Azwar Anas: Pemimpin Ideal Itu yang Mendengarkan Aspirasi Rakyat

Azwar Anas: Pemimpin Ideal Itu yang Mendengarkan Aspirasi Rakyat

Nasional
UPDATE : Kasus Suspek Covid-19 Tembus 76.327 Orang

UPDATE : Kasus Suspek Covid-19 Tembus 76.327 Orang

Nasional
Bertambah 2.345 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Bertambah 2.345 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 50 Orang, Total 6.071 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 50 Orang, Total 6.071 Pasien Covid-19 Meninggal

Nasional
Update: Bertambah 2.345, Kasus Covid-19 Jadi 137.468 Orang

Update: Bertambah 2.345, Kasus Covid-19 Jadi 137.468 Orang

Nasional
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 1.703 Orang, Total 91.321 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 1.703 Orang, Total 91.321 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
Erick Thohir Klaim Angka Kematian Covid-19 Indonesia Rendah

Erick Thohir Klaim Angka Kematian Covid-19 Indonesia Rendah

Nasional
Bio Farma Memperkirakan Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari atau Maret 2021

Bio Farma Memperkirakan Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari atau Maret 2021

Nasional
Muchdi Pr Klaim Tak Ada Dualisme di Tubuh Partai Berkarya

Muchdi Pr Klaim Tak Ada Dualisme di Tubuh Partai Berkarya

Nasional
Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Gelar Rakernas Sosialisasikan Hasil Munaslub

Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Gelar Rakernas Sosialisasikan Hasil Munaslub

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X