Cerita Jokowi Sempat Dilarang Kunjungi Nduga oleh Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN - Kompas.com

Cerita Jokowi Sempat Dilarang Kunjungi Nduga oleh Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN

Kompas.com - 07/12/2018, 16:23 WIB
Presiden Jokowi saat menerima peserta konferensi mahasiswa nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (7/12/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Jokowi saat menerima peserta konferensi mahasiswa nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (7/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menceritakan kembali pengalamannya mengunjungi Kabupaten Nduga, yang di wilayah itu baru-baru ini terjadi pembantaian pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kunjungan Jokowi ke Nduga itu terjadi pada dua tahun lalu. Jokowi mengatakan, saat itu ia awalnya dilarang untuk mengunjungi Nduga karena masalah keamanan.

"Tahun 2016 saya ke Kabupaten Nduga, karena enggak ada jalan harus 4 hari jalan kaki. Saya pakai helikopter ke sana. Oleh Kapolri, oleh Kepala BIN, oleh Panglima TNI tidak diperbolehkan," kata Jokowi saat menerima peserta konferensi mahasiswa nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (7/12/2018).

"'Pak, Bapak jangan ke sana, daerah ini memang masih kondisi yang perlu pendekatan'," kata Jokowi menirukan pernyataan jajarannya.


Baca juga: Sosok Efrandi Hutagaol, Tenaga Ahli BBPJN yang Tewas Dibantai KKB di Nduga Papua

Meski demikian, Jokowi tetap ngotot berangkat. Kepala Negara ingin bertemu dengan masyarakat sekitar dan melihat langsung kondisi geografis Nduga yang menjadi tempat proyek Trans Papua.

"Saya sampaikan saat itu 'Enggak, saya mau ke Nduga, naik heli ke sana, 2 hari lagi mau ke sana'. Saya perintahkan, 'Pokoknya saya 2 hari lagi mau ke sana, urusan keamanan, urusanmu, urusanmu, urusanmu'" ujar Jokowi.

Akhirnya, Jokowi tiba di Nduga. Ia mengaku sangat prihatin saat melihat kondisi di sana.

"Bayangkan Saudara-saudara, aspal saja tidak ada. Saya mau ketemu rakyat kita yang di sana. Apa jawaban Bupati? 'Pak, rakyat kita ada di distrik-distrik, kalau mau ke sana butuh 6 jam jalan kaki'. Terus yang di sini, mau ketemu, saya mau lihat pasar, hanya ada mungkin 80 sampai 90 orang," ujar Jokowi.

Baca juga: 3 Saran Imparsial untuk Penanganan Pembantaian Pekerja di Nduga Papua

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk mempercepat pengerjaan jalan Trans Papua, termasuk yang ada di wilayah Nduga.

Namun, Jokowi mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Papua tidak mudah. Tak hanya tantangan geografis, tetapi juga masalah keamanan.

"Membangun jalanan di Papua itu bukan suatu yang mudah dengan keamanan yang belum terjamin sampai saat ini. Seperti peristiwa kemarin di Nduga," ujar Jokowi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X