Cerita Caleg: Terjun ke Wilayah Pelosok hingga Sempat Salah Kaprah

Kompas.com - 20/11/2018, 07:57 WIB
Calon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Febri Wahyuni Sabran (paling kanan) Dokumentasi Pribadi Febri Wahyuni SabranCalon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Febri Wahyuni Sabran (paling kanan)

Sempat salah kaprah

Saat terjun ke dapil, Febri mampu mengubah cara berpikirnya selama ini. Ia sempat khawatir dengan biaya kampanye yang tinggi.

Kekhawatiran itu muncul saat ia mengira harus menyediakan amplop berisi uang atau makanan serta minuman ketika bertemu warga yang ia datangi.

"Kalau minta amplop kan aku mau ngasih apa gitu kan. Dan ternyata sambutan masyarakat itu pas lihat anak mudanya, ketemu mereka, sambutannya memang luar biasa, aku kayak berasa diterima di keluarga aku sendiri," kata dia.

"Dan pas aku dateng malah disediakan minum, disediakan makan. Pas balik di situ kayak (dipesankan) 'Hati-hati ya, Nak. Nanti balik lagi ke sini'. Terus ada lagi kayak adik-adik yang kecil-kecil, 'Uni Ebby nanti balik lagi ya ke sini, main sama kita', gitu," kata dia.

Febri juga merasa terbantu dengan pihak-pihak yang mendukungnya secara cuma-cuma, mulai dari membuat situs kampanye hingga kartu nama.

Bahkan, kata dia, ada pihak-pihak anonim yang ikut memberikan bantuan.

"Kadang enggak tahu juga sih siapa yang kirim (bantuan). Tiba-tiba ada datang ke kantor, orang-orang tahu kan kantor DPW PSI, nanti ada notice-nya buat Uni Ebby atau Febri Wahyuni Sabran," kata dia.

Saat ini, Febri masih menggunakan dana pribadi untuk membiayai operasional kampanyenya.

Bersaing dengan petahana

Febri mengaku, tantangan terberatnya adalah menghadapi calon petahana.

Sebab, mereka sudah memiliki rekam jejak dan basis pendukung yang kuat.

Febri menilai, jika caleg petahana telah berbuat baik ke masyarakat, mereka memang layak dipilih kembali.

"Aku sendiri pibadi malah itu akan lebih baik. Karena DPR bisa semakin diisi oleh orang-orang (dengan kinerja) baik," kata dia.

Namun, jika caleg petahana dirasa tidak maksimal, Febri akan menggunakan celah tersebut untuk meraih dukungan warga.

"Kalau misalnya pas sampai daerah, ada yang ngeluh 'Si Bapak ini kita dulu didatangi terus dijanjiin akan bangun puskesmas di kampung kita. Tapi pas udah kepilih mereka enggak ada lagi balik ke sini, enggak ada lagi ketemu sama timsesnya', seperti itu," kata dia.

Ia pun harus meluruskan pemikiran tersebut. Menurut dia, ada caleg berkampanye dengan mengusung program-program selayaknya seperti pemilihan eksekutif.

Padahal, peranan legislatif berbeda dengan eksekutif. Oleh karena itu, Febri juga mengimbau pemilih untuk bijaksana dalam memilih.

"Jadi aku lebih banyaknya bikin diskusi seperti itu sama masyarakat. Karena masih ada pola kampanye oleh legislatif ini sama dengan yang dilakukan oleh kepala daerah," kata Febri.

Ingin kembangkan pariwisata

Jika lolos ke DPR, Febri ingin memperjuangkan pengembangan potensi pariwisata di dapilnya. Hal itu untuk mendorong perbaikan kondisi sosial ekonomi di sana.

"Aku mungkin akan fokus di bidang pariwisata karena di bidang pariwisata itu akan berdampak juga kan di ekonomi, dan pendidikan itu akan berdampak pada sumber daya manusia. Mungkin aku akan bersinergi dengan teman-teman komisi lain," kata dia.

Ia juga ingin pengembangan potensi pariwisata dikombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif yang memberdayakan masyarakat setempat.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Ingin SMAN 4 Sukabumi Jadi Contoh Belajar Tatap Muka di Zona Hijau

Wapres Ingin SMAN 4 Sukabumi Jadi Contoh Belajar Tatap Muka di Zona Hijau

Nasional
SKB CPNS 2019 Dijadwalkan September-Oktober, Menpan RB Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

SKB CPNS 2019 Dijadwalkan September-Oktober, Menpan RB Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

Nasional
Menteri Nadiem Teken Permendikbud Keringanan Biaya Kuliah

Menteri Nadiem Teken Permendikbud Keringanan Biaya Kuliah

Nasional
Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Kementerian PPPA Sebut Media Sosial Kini Dipakai untuk Rekrut Anak dalam Aksi Terorisme

Nasional
Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau Merah

Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau Merah

Nasional
Mendagri: Pemerintah Tak Boleh Kalah dengan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan

Mendagri: Pemerintah Tak Boleh Kalah dengan Warga yang Langgar Protokol Kesehatan

Nasional
Sekjen MUI Nilai RUU Cipta Kerja Beri Kewenangan Berlebih ke Presiden

Sekjen MUI Nilai RUU Cipta Kerja Beri Kewenangan Berlebih ke Presiden

Nasional
Pimpinan KPK Sebut Erick Thohir Bicarakan Potensi Korupsi di BUMN

Pimpinan KPK Sebut Erick Thohir Bicarakan Potensi Korupsi di BUMN

Nasional
Soal Pembelian Osprey, Kemenhan Belum Merujuk Merek Tertentu

Soal Pembelian Osprey, Kemenhan Belum Merujuk Merek Tertentu

Nasional
KPK dan Kemenag Luncurkan Buku Gratifikasi dalam Perspektif Agama

KPK dan Kemenag Luncurkan Buku Gratifikasi dalam Perspektif Agama

Nasional
Kemenkes Telah Salurkan Insentif ke 166.029 Tenaga Kesehatan

Kemenkes Telah Salurkan Insentif ke 166.029 Tenaga Kesehatan

Nasional
Kasus Perkosaan Anak di Lampung, Komnas Perempuan Minta Sistem Rekrutmen Rumah Aman Dibenahi

Kasus Perkosaan Anak di Lampung, Komnas Perempuan Minta Sistem Rekrutmen Rumah Aman Dibenahi

Nasional
Kemen PPPA: Paparan Radikalisme Bikin Anak Keliru Pahami Agama

Kemen PPPA: Paparan Radikalisme Bikin Anak Keliru Pahami Agama

Nasional
Menpan RB: SKB CPNS 2019 Digelar September-Oktober 2020

Menpan RB: SKB CPNS 2019 Digelar September-Oktober 2020

Nasional
Pertemuan Cak Imin-AHY Hasilkan Koalisi Pilkada di 30 Daerah

Pertemuan Cak Imin-AHY Hasilkan Koalisi Pilkada di 30 Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X