Dapat Dukungan Ulama, Prabowo Bilang "Nyapres" Bukan karena Haus Kekuasaan

Kompas.com - 04/11/2018, 11:27 WIB
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menghadiri deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi di Lapangan GOR Soemantri Bordjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).  KOMPAS.com/JESSI CARINACapres nomor urut 2 Prabowo Subianto menghadiri deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi di Lapangan GOR Soemantri Bordjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mendapatkan dukungan dari para ulama yang tergabung dalam Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandiaga (Koppasandi).

Didampingi beberapa ulama, Prabowo menyampaikan tujuannya maju dalam Pemilihan Presiden 2019.

Prabowo mengatakan, dia tidak mengejar kekuasan.

"Saya maju bersama Sandiaga Uno bukan karena kami haus kekuasaan. Bukan karena kami ambisi pribadi, bukan karena kami mencari sesuatu," ujar Prabowo, di Lapangan GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).

Baca juga: Orang Kuat NU di Kubu Jokowi dan Prabowo...

Prabowo mengatakan, tujuannya kembali mencalonkan diri dalam Pilpres adalah untuk memperbaiki keadaan Indonesia.

Menurut dia, hal ini menjadi tugas setiap warga negara. 

"Mari kita lakukan tugas kita masing-masing tugas sebagai warga negara. Kewajiban kita di bidang politik, kita laksanakan dengan tanggung jawab," ujar Prabowo.

Prabowo juga berbicara soal kondisi ekonomi di Indonesia. Dia menyebutkan, ekonomi di Indonesia saat ini hanya menguntungkan segelintir orang.

"Ekonomi kita sesungguhnya tidak dikuasai bangsa kita sendiri," kata Prabowo.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Prabowo Pilih Sandiaga Uno

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Prabowo Marah Besar dan Merasa Dikhianati Edhy Prabowo

Saat Prabowo Marah Besar dan Merasa Dikhianati Edhy Prabowo

Nasional
Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, Pemerintah Masih Berharap Partisipasi Publik Tinggi

Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, Pemerintah Masih Berharap Partisipasi Publik Tinggi

Nasional
RUU Kategori Ekonomi Paling Banyak di Prolegnas 2020-2024, Tunjukkan Orientasi Negara

RUU Kategori Ekonomi Paling Banyak di Prolegnas 2020-2024, Tunjukkan Orientasi Negara

Nasional
SAFEnet: Pasal Karet UU ITE Mengintai 99 Persen Pengguna Internet

SAFEnet: Pasal Karet UU ITE Mengintai 99 Persen Pengguna Internet

Nasional
Uang Suap Bupati Banggai Laut Diduga untuk Serangan Fajar di Pilkada 2020

Uang Suap Bupati Banggai Laut Diduga untuk Serangan Fajar di Pilkada 2020

Nasional
Reaktif Covid-19, Bupati Banggai Laut dan Dua Tersangka Lain Dibantarkan

Reaktif Covid-19, Bupati Banggai Laut dan Dua Tersangka Lain Dibantarkan

Nasional
 Mengaku Sudah Ingatkan Edhy Prabowo, Hashim: Prabowo Subianto Tak Suka Monopoli Ekspor Lobster

Mengaku Sudah Ingatkan Edhy Prabowo, Hashim: Prabowo Subianto Tak Suka Monopoli Ekspor Lobster

Nasional
Bupati Banggai Laut Diduga Terima Suap dari Rekanan, Sudah Terkumpul Rp 1 Miliar

Bupati Banggai Laut Diduga Terima Suap dari Rekanan, Sudah Terkumpul Rp 1 Miliar

Nasional
Kronologi OTT Bupati Banggai Laut, Penemuan Uang Rp 2 Miliar dalam Kardus

Kronologi OTT Bupati Banggai Laut, Penemuan Uang Rp 2 Miliar dalam Kardus

Nasional
Jelang Pilkada 2020, Wakil Ketua DPR Ingatkan Masyarakat Tak Berkumpul di TPS Nanti

Jelang Pilkada 2020, Wakil Ketua DPR Ingatkan Masyarakat Tak Berkumpul di TPS Nanti

Nasional
Pilkada Karawang, Survei Indikator: Cellica-Aep Ungguli 2 Pesaingnya

Pilkada Karawang, Survei Indikator: Cellica-Aep Ungguli 2 Pesaingnya

Nasional
Covid-19 Jadi Ujian Kepala Daerah, Bima Arya: Di-bully Risiko Biasa

Covid-19 Jadi Ujian Kepala Daerah, Bima Arya: Di-bully Risiko Biasa

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Banggai Laut sebagai Tersangka

Nasional
DPR Diminta Cari Cara Aman untuk Libatkan Publik dalam Pembahasan RUU Prioritas 2021

DPR Diminta Cari Cara Aman untuk Libatkan Publik dalam Pembahasan RUU Prioritas 2021

Nasional
KPK Tahan Tersangka Korupsi di Kementerian Agama

KPK Tahan Tersangka Korupsi di Kementerian Agama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X