Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Kompas.com - 17/10/2018, 18:32 WIB
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/4/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi PAN Totok Daryanto meminta polisi mengusut tuntas insiden ditemukannya lubang bekas peluru di ruangannya di Gedung Nusantara I Lantai 20, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

"Di tempatku itu pelurunya enggak masuk ke ruangan tapi kena besi penyekat kaca itu lho, sehingga melepas ke atas pelurunya enggak tahu ke mana. Nah itu biar diurus sama kepolisian lah, dicari selongsongnya di mana itu," kata Totok saat dihubungi, Rabu (17/10/2018).

Ia mengatakan, Pimpinan DPR sudah bergerak cepat mendorong polisi mengusut tuntas temuan lubang bekas peluru tersebut.

Baca juga: Ditemukan Kembali Lubang yang Diduga Bekas Tembakan Peluru di Gedung DPR

Apalagi, kata dia, lubang bekas peluru tersebut ditemukan di Kompleks Parlemen yang merupakan objek vital dan termasuk gedung pemerintahan.

Totok menyarankan agar keamanan di Lapangan Tembak Senayan diperketat jika digunakan untuk latihan.

"Jangan terjadi lagi hal-hal seperti ini. Jadi pengamanan di tempat latihan harus lebih ketat lagi supaya enggak terjadi lagi. Dan penggunaan jenis senjata untuk latihan kan harusnya enggak sampai seperti ini bisa sampai DPR," lanjut dia.

Baca juga: Polri Minta Masyarakat Tetap Tenang soal Peluru Nyasar Gedung DPR

Sebelumnya, dua lubang yang diduga diakibatkan oleh peluru nyasar kembali ditemukan di ruang kerja anggota DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Satu lubang ditemukan di tembok ruang kerja anggota DPR dari Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya, Ruang 1008, Lantai 10, Gedung Nusantara I.

Satu lubang lagi ditemukan di ruang kerja anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Totok Daryanto di Ruang 2003, Lantai 20.

.

.

.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Nasional
Istana Klaim Tak Obral Izin Tambang dan Sawit, Walhi Sebut Masih Ada Operasi Rusak Lingkungan

Istana Klaim Tak Obral Izin Tambang dan Sawit, Walhi Sebut Masih Ada Operasi Rusak Lingkungan

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan dan Menkes yang Kapok Pakai Data Kemenkes...

Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan dan Menkes yang Kapok Pakai Data Kemenkes...

Nasional
UPDATE: 965.283 Kasus Covid-19 dan Tingginya Keterisian RS yang Mengkhawatikan

UPDATE: 965.283 Kasus Covid-19 dan Tingginya Keterisian RS yang Mengkhawatikan

Nasional
Wacana Hidupkan Pam Swakarsa Picu Kekhawatiran, Ini Penjelasan Polri

Wacana Hidupkan Pam Swakarsa Picu Kekhawatiran, Ini Penjelasan Polri

Nasional
Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Nasional
Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Nasional
Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Nasional
Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Nasional
Vaksinasi Mandiri Dinilai Timbulkan Ketimpangan Akses terhadap Vaksin Covid-19

Vaksinasi Mandiri Dinilai Timbulkan Ketimpangan Akses terhadap Vaksin Covid-19

Nasional
Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 2 Direktur sebagai Saksi

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 2 Direktur sebagai Saksi

Nasional
KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Edhy Prabowo

KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Edhy Prabowo

Nasional
Kronologi Gugurnya 2 Prajurit TNI dalam Kontak Tembak dengan KKB

Kronologi Gugurnya 2 Prajurit TNI dalam Kontak Tembak dengan KKB

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X