Kronologi Kepanikan Narapidana di Palu dan Donggala, Air Tanah Merembes hingga Pembakaran

Kompas.com - 01/10/2018, 13:48 WIB
Kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, membuat 1.425 warga binaan di rutan dan lapas keluar dari tahanan.

Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami, ada beberapa hal yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Menurut Utami, begitu terjadi gempa pertama kali, kepala rutan dan lapas beserta jajarannya mengumpulkan warga binaan di tengah lapangan. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal antisipasi korban akibat gempa.

Namun, situasi ini tak lama kemudian berbuah ricuh. Salah satunya terjadi di Lapas Palu.


"Kondisi di Lapas awalnya cukup kondusif walaupun pagar yang melingkupi lapas semua roboh," ujar Utami dalam jumpa pers di Gedung Ditjen Pemasyarakatan, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Pelabuhan di Palu Dibuka, Menhub Yakin Bantuan Masuk Makin Banyak

Namun, air tanah merembes di lapangan tempat para narapidana berkumpul. Kepanikan semakin bertambah saat dua blok di sisi kiri lapas roboh.

Menurut Utami, warga binaan yang panik kemudian berlarian menuju ke luar Lapas. Mereka dapat mengakses jalan keluar melalui dua blok yang roboh.

Sementara itu, kepanikan juga terjadi di Rutan Palu. Awalnya, kepala rutan mengumpulkan para tahanan di tengah lapangan.

Namun, kepanikan bertambah saat Hotel Roa yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari Rutan roboh. Sebagian besar tahanan kemudian berhamburan ke luar rutan.

Baca juga: Ini Daftar 11 Kebutuhan Mendesak Korban Gempa dan Tsunami Palu Sulteng

Kejadian serupa juga terjadi di Rutan Donggala. Sesuai prosedur standar, para tahanan dikumpulkan di tengah lapangan begitu terjadi gempa.

Menurut Utami, para tahanan semakin panik saat mengetahui bahwa pusat gempa terjadi di Donggala. Para tahanan memaksa keluar untuk mengetahui kondisi keluarga dan kerabat mereka yang dikhawatirkan menjadi korban akibat gempa.

Awalnya, sempat terjadi negosiasi antara pihak rutan dan para tahanan. Kepala rutan mengizinkan para tahanan keluar secara perlahan-lahan untuk kembali ke kediaman keluarga mereka.

Namun, menurut Utami, kepanikan membuat para tahanan tidak sabar untuk keluar. Mereka kemudian menyulut api dan berhamburan ke luar rutan.

Akibat kebakaran, hampir seluruh bagian rutan hangus terbakar. Menurut Utami, hanya masjid dan bangunan bagian depan yang tersisa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soroti Isu Pengangguran dalam Pidato Refleksi Politik, SBY Singgung Arab Spring

Soroti Isu Pengangguran dalam Pidato Refleksi Politik, SBY Singgung Arab Spring

Nasional
Eks Koruptor Boleh Maju Pilkada Setelah 5 Tahun, PKB: Kita Tetap Cari yang Bersih

Eks Koruptor Boleh Maju Pilkada Setelah 5 Tahun, PKB: Kita Tetap Cari yang Bersih

Nasional
Nadiem Minta Dinas Pendidikan Petakan Sebaran Guru di Daerah

Nadiem Minta Dinas Pendidikan Petakan Sebaran Guru di Daerah

Nasional
PDI-P Jamin Tak Calonkan Kader Eks Koruptor dalam Pilkada

PDI-P Jamin Tak Calonkan Kader Eks Koruptor dalam Pilkada

Nasional
 PP 71/2019 Jadi Andalan Pemerintah Awasi Konten Pornografi dan Terorisme

PP 71/2019 Jadi Andalan Pemerintah Awasi Konten Pornografi dan Terorisme

Nasional
Dukung Jokowi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Ini Saran SBY

Dukung Jokowi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Ini Saran SBY

Nasional
Gugatan Ditolak MK, Faldo Maldini: Keberpihakan pada Anak Muda Hanya Ucapan

Gugatan Ditolak MK, Faldo Maldini: Keberpihakan pada Anak Muda Hanya Ucapan

Nasional
Rampas Pistol Polisi, Perampok Toko Mas di Batubara Tewas Ditembak

Rampas Pistol Polisi, Perampok Toko Mas di Batubara Tewas Ditembak

Nasional
Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Nasional
SBY: Pemilu Masih 5 Tahun Lagi, Malu kalau Sudah Mulai Kontestasi

SBY: Pemilu Masih 5 Tahun Lagi, Malu kalau Sudah Mulai Kontestasi

Nasional
KPK Anggap Putusan MK Batasi Ruang Gerak Koruptor

KPK Anggap Putusan MK Batasi Ruang Gerak Koruptor

Nasional
Polisi Dalami Bom Diduga Molotov yang Dilempar ke Rumah Warga di Sleman

Polisi Dalami Bom Diduga Molotov yang Dilempar ke Rumah Warga di Sleman

Nasional
SBY Tegaskan Demokrat di Luar Pemerintahan, tetapi Dukung Kerja Pemerintah

SBY Tegaskan Demokrat di Luar Pemerintahan, tetapi Dukung Kerja Pemerintah

Nasional
Hasto Sebut PDI-P Juga Akan Ikuti SBY Bikin Pidato Refleksi Akhir Tahun

Hasto Sebut PDI-P Juga Akan Ikuti SBY Bikin Pidato Refleksi Akhir Tahun

Nasional
Refleksi Politik SBY: Pemilu 2019 Buruk, Politik Identitas Berlebihan

Refleksi Politik SBY: Pemilu 2019 Buruk, Politik Identitas Berlebihan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X