Kompas.com - 25/09/2018, 07:35 WIB
Rais Aam PBNU Maruf Amin memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Maruf Amin dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden 2019. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK ARais Aam PBNU Maruf Amin memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Maruf Amin dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden 2019.
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menyatakan siap untuk bertemu secara khusus dengan pendukung mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Hal itu dikatakan Ma'ruf usai bertemu relawan Nusantara di rumahnya di Jakarta Utara, Senin (24/9/2018). Relawan Nusantara yang dimotori politisi Partai Golkar Nusron Wahid merupakan pendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Baca juga: Dukung Jokowi-Maruf, Teman Ahok Bertransformasi Jadi Sejuta Teman

Seusai pertemuan yang berlangsung tertutup, Ma'ruf mengatakan, dari perbincangan dengan Nusron terkuak dugaan bahwa relawan pendukung Ahok melihat masa lalunya sebagai Ketua MUI.

Seperti diketahui, Ma'ruf pernah menyatakan pendapatnya terkait kasus penodaan agama yang meyeret Ahok. Namun, menurut Ma'ruf, sesungguhnya dirinya tak ada persoalan apa pun dengan pihak mana pun. 

"Buat saya sekarang, saya harus bergaul dengan semua pihak untuk keutuhan bangsa, keutuhan bangsa harus kita nomor satukan," kata Ma'ruf seperti wawancara yang ditayangkan Kompas TV, Senin (24/9/2018).

Ma'ruf mengaku didorong Nusron Wahid untuk bertemu pendukung dan relawan Ahok. Mantan Rais Aam PB NU ini pun mengaku siap untuk bertatap muka dengan pendukung mantan Bupati Belitung Timur, Bangka Belitung, itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin Pak Nusron juga ingin saya bertemu dengan mereka (pendukung Ahok) secara khusus, kalau secara umum di berbagai forum biasa. Mungkin secara khusus perlu ada pertemuan," ujar Ma'ruf.

Baca juga: Cak Imin Sebut Banyak Pendukung Ahok Salah Paham dengan Maruf Amin

Ma'ruf Amin pernah menjadi saksi di sidang saat Ahok menjadi terdakwa kasus penodaan agama. Sempat terjadi perdebatan akibat persidangan tersebut.

Belakangan, Ahok menyatakan permintaan maaf kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin. Ma'ruf Amin pun menyatakan telah memaafkan Ahok.

Ma'ruf Amin kini menjadi cawapres pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LIVE STREAMING: Pemerintah Umumkan Kelanjutan PPKM Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

LIVE STREAMING: Pemerintah Umumkan Kelanjutan PPKM Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

Nasional
Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Menkominfo Minta Keluarga Ajak Lansia Vaksinasi

Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Menkominfo Minta Keluarga Ajak Lansia Vaksinasi

Nasional
Menko PMK Harap Nakes di Papua Tetap Bertugas Layani Masyarakat

Menko PMK Harap Nakes di Papua Tetap Bertugas Layani Masyarakat

Nasional
Saksi Ungkap Dugaan Penyerahan Uang ke Stepanus Robin di Rumah Azis Syamsuddin

Saksi Ungkap Dugaan Penyerahan Uang ke Stepanus Robin di Rumah Azis Syamsuddin

Nasional
Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Pesantren, Ini Pesan Panglima TNI kepada Para Santri

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Pesantren, Ini Pesan Panglima TNI kepada Para Santri

Nasional
Keponakan SBY Jadi Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta

Keponakan SBY Jadi Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta

Nasional
Kasus Munjul, KPK Panggil Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Besok

Kasus Munjul, KPK Panggil Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Besok

Nasional
MAKI Hormati Keputusan Dewas Tak Laporkan Etik Lili Pintauli secara Pidana

MAKI Hormati Keputusan Dewas Tak Laporkan Etik Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Pegawai Nonaktif KPK Laporkan Lili Pintauli ke Dewas atas Pembohongan Publik

Pegawai Nonaktif KPK Laporkan Lili Pintauli ke Dewas atas Pembohongan Publik

Nasional
Polisi Sebut Napoleon Bonaparte Sudah Siapkan Kotoran untuk Muhammad Kece

Polisi Sebut Napoleon Bonaparte Sudah Siapkan Kotoran untuk Muhammad Kece

Nasional
Tenaga Kesehatan di Daerah Rawan Harus Dapat Perlindungan dan Jaminan Keamanan

Tenaga Kesehatan di Daerah Rawan Harus Dapat Perlindungan dan Jaminan Keamanan

Nasional
Irjen Napoleon Masih di Rutan Bareskrim, Polri: Dia Sedang Ajukan Kasasi

Irjen Napoleon Masih di Rutan Bareskrim, Polri: Dia Sedang Ajukan Kasasi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif Probolinggo Puput Tantriana dan Suaminya

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif Probolinggo Puput Tantriana dan Suaminya

Nasional
RI Beri Bantuan 200.000 Dollar AS ke Myanmar untuk Tanggulangi Covid-19

RI Beri Bantuan 200.000 Dollar AS ke Myanmar untuk Tanggulangi Covid-19

Nasional
Hasil Penyelidikan Internal KPI atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Akan Diserahkan ke Polisi

Hasil Penyelidikan Internal KPI atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Akan Diserahkan ke Polisi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.