Wapres Kalla: Rehabilitasi Lombok Harus Dipercepat

Kompas.com - 14/08/2018, 18:01 WIB
Permukiman warga di Pulau Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (9/8/2018) yang kini sunyi setelah gempa besar berturut-turut mengguncang kawasan ini, dengan gempa utama pada Minggu (5/8/2018) malam. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPermukiman warga di Pulau Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (9/8/2018) yang kini sunyi setelah gempa besar berturut-turut mengguncang kawasan ini, dengan gempa utama pada Minggu (5/8/2018) malam.
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa rehabilitasi Lombok pasca-gempa bermagnitudo 7 perlu dipercepat.

Menurut dia, tak mungkin masyarakat terus menerus tinggal di tenda pengungsian.

"Itu tenda sementara, kebutuhannya saat ini sudah masuk rehabilitasi," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Menurut Kalla, Presiden Joko Widodo sudah menyalurkan bantuan rehabilitasi kepada masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa bumi tersebut.

Besaran bantuan rehabilitasi yakni Rp 50 juta untuk warga yang bangunannya rusak total, dan Rp 25 juta untuk warga yang bangunan rumahnya rusak sedang.

Sementara itu warga yang bangunan rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan rehabilitasi sebesar Rp 10 juta.

Baca juga: Gempa Lombok, Pemerintah Siap Cairkan Bantuan untuk 1.000 KK

Untuk mempercepat rehabilitasi bangunan yang rusak, Presiden Jokowi sudah menginstruksikan Menteri BUMN Rini Soemarno segara mengirim semen secara besar-besaran ke Lombok.

Selain semen, baja juga akan secepat mungkin dikirim untuk mempercepat rekonstruksi rumah serta fasiltas umum di Kabupaten Lombok Utara yang menjadi daerah terparah terdampak gempa.

Baca juga: Jokowi Instruksikan Menteri BUMN Suplai Semen Besar-besaran ke Lombok

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X