Gempa Lombok, Pemerintah Siap Cairkan Bantuan untuk 1.000 KK

Kompas.com - 13/08/2018, 23:20 WIB
Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memberikan bantuan secara finansial kepada korban untuk memperbaiki rumah yang terkena dampak bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nantinya, rumah-rumah baru tersebut akan berkonsep tahan gempa. Hal itu penting mengingat daerah Lombok rawan terhadap bencana gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, terdapat 1.000 kepala keluarga (KK) yang akan diberi bantuan pada tahap awal ini.

Pemerintah memiliki kategori-kategori tertentu untuk menentukan besaran stimulus bagi korban.

"Nilai bantuan stimulus sebanyak Rp 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta/KK untuk rumah rusak sedang dan Rp 10 juta/KK untuk rumah rusak ringan, yang pengerjaannya akan dimulai pada minggu ini," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/8/2018).

Baca juga: Belum Bencana Nasional, Penanganan Gempa Lombok Berskala Nasional

Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk tabungan. Nantinya, yang akan mengawasi proses pembangunan adalah gubernur NTB, dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Pemerintah (juga) akan mendorong ketersediaan material semen, besi dan lainnya dan mengawasi harga jual material di NTB dengan konsep rumah tahan gempa," ucapnya.

Sampai saat ini, tim di lapangan masih melakukan proses pencarian korban dan penghitungan terkait kerusakan dampak dari bencana tersebut.

Data BNPB sampai Senin (13/8/2018) mencatat, terdapat 437 korban meninggal dunia, 1.353 orang mengalami luka-luka, dan 352.793 pengungsi.

Sementara itu, total rumah rusak sebanyak 52.812 unit, sarana pendidikan terdampak sebanyak 458 unit dan fasilitas umum serta tempat ibadah sejumlah 197 unit.

Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 7 mengguncang NTB, Minggu (5/8/2018), pukul 18.46 WIB. BNPB mendata, lokasi paling parah terdampak gempa adalah Lombok Utara.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X