Perhimpunan Pelajar Indonesia
PPI

Perhimpunan Pelajar Indonesia (www.ppidunia.org)

Keanekaragaman Hayati dan Eksistensi Kelapa Sawit di Indonesia

Kompas.com - 28/07/2018, 07:08 WIB
Buruh memanen kelapa sawit di Desa Sukasirna, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) optimistis produksi kelapa sawit tahun ini akan mengalami peningkatan produksi sebesar dua persen atau sebanyak 40 juta ton dibandingkan dengan dengan tahun lalu yang hanya 38 juta ton. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIBuruh memanen kelapa sawit di Desa Sukasirna, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) optimistis produksi kelapa sawit tahun ini akan mengalami peningkatan produksi sebesar dua persen atau sebanyak 40 juta ton dibandingkan dengan dengan tahun lalu yang hanya 38 juta ton.

Melihat angka peningkatan yang pesat, tidak heran dalam jangka waktu 10 tahun tersebut, Indonesia sudah dikenal sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Laporan dari Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PAPSI) pada 2014 menyebutkan bahwa produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 20.433 ton. Lima negara pengimpor kelapa sawit terbesar adalah India, Uni Eropa, Tiongkok, Pakistan, dan Bangladesh.

Kelapa sawit juga dinilai memberikan andil dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Salah satu faktornya, karena banyak menyerap tenaga kerja.

Pada 2000, terdapat 2.077.916 orang yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Angka tersebut meningkat jadi 7.988.464 pada 2015 (PAPSI). Belum termasuk lagi sumbangan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas ekspor non-migas terbesar.

Seorang warga yang tinggal di daerah perkebunan kelapa sawit di Samarinda, Kalimantan Timur, mengatakan, "Jalan aspal yang membentang di daerah-daerah kecil rumah saya baru dibangun sejak ada perkebunan kelapa sawit di desa saya. Kami ikut senang karena sawit memberikan dampak pembangunan pada desa kami."

Pengakuan tersebut hanyalah satu dari sekian orang yang merasakan dampak perkebunan kelapa sawit yang merajalela. Entah, mengertikah ia bahwa jalan aspal di desanya mungkin tidak akan bertahan dalam jangka panjang.

Atau, orang awam seperti dia tidak menyadari berapa hektar hutan yang harus dikorbankan untuk membuat jalan desanya menjadi beraspal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atau, jangan-jangan di daerah perkebunan kelapa sawit lebih banyak masyarakat yang merasakan hal yang sama seperti di atas.

Menggabungkan problem kelapa sawit dalam konteks keanekaragaman hayati di Indonesia adalah hal yang kompleks. Namun, yang tetap harus ditekankan adalah bagaimana pencarian solusi untuk masalah ini memprioritaskan hajat hidup orang banyak. Bukan hanya para pemilik modal.

Dinda Lisna Amilia, MA
Ketua Dewan Pengawas PPI India
Wakil Kantor Komunikasi PPI Dunia (ppidunia.org)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Peringatan BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter | Alasan Vaksinasi Menurun karena Banyak Daerah Inginkan Vaksin Sinovac

[POPULER NASIONAL] Peringatan BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter | Alasan Vaksinasi Menurun karena Banyak Daerah Inginkan Vaksin Sinovac

Nasional
Nelayan Indonesia, Australia, dan Riwayat Permasalahan di Perairan

Nelayan Indonesia, Australia, dan Riwayat Permasalahan di Perairan

Nasional
Luhut Sebut Aturan Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari Jadi 10 Hari

Luhut Sebut Aturan Karantina Luar Negeri Diperpanjang dari 7 Hari Jadi 10 Hari

Nasional
Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Ketum PKB: 'Reshuffle' Kabinet Masih Sebatas Rumor

Ketum PKB: "Reshuffle" Kabinet Masih Sebatas Rumor

Nasional
Singgung Varian Corona Omicron, Menlu Ungkap 4 Agenda RI Wujudkan Visi 2045

Singgung Varian Corona Omicron, Menlu Ungkap 4 Agenda RI Wujudkan Visi 2045

Nasional
Mensos Ingatkan Guru Ajarkan Siswa Tak 'Bully' Penyandang Disabilitas

Mensos Ingatkan Guru Ajarkan Siswa Tak "Bully" Penyandang Disabilitas

Nasional
Jokowi Lantik Anggota Komnas Disabilitas, Mensos: Beban Saya Turun

Jokowi Lantik Anggota Komnas Disabilitas, Mensos: Beban Saya Turun

Nasional
Polisi Sebut Terduga Teroris di Luwu Timur Pernah Berlatih Pakai Senpi M16

Polisi Sebut Terduga Teroris di Luwu Timur Pernah Berlatih Pakai Senpi M16

Nasional
Kunjungi Kapolri, Jenderal Dudung: Sowan sebagai Pejabat Baru KSAD

Kunjungi Kapolri, Jenderal Dudung: Sowan sebagai Pejabat Baru KSAD

Nasional
Pembukaan Presidensi G20, Jokowi: Saya Undang Para Delegasi Datang ke Indonesia

Pembukaan Presidensi G20, Jokowi: Saya Undang Para Delegasi Datang ke Indonesia

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 23 Negara

Kemenkes Sebut Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 23 Negara

Nasional
Mensesneg: Untuk Pertama Kalinya Komnas Disabilitas Dibentuk

Mensesneg: Untuk Pertama Kalinya Komnas Disabilitas Dibentuk

Nasional
UPDATE 1 Desember: 292.143 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa, Positivity Rate PCR 0,76 Persen

UPDATE 1 Desember: 292.143 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa, Positivity Rate PCR 0,76 Persen

Nasional
Jokowi: Saya Ingin Presidensi Indonesia di G20 Tak Sebatas Seremonial

Jokowi: Saya Ingin Presidensi Indonesia di G20 Tak Sebatas Seremonial

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.