Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pencarian Penumpang KM Sinar Bangun

Kompas.com - 21/06/2018, 13:44 WIB
Personel Basarnas bersiap melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di Danau Toba pada Senin sore, dengan dilaporkan 1 penumpang tewas, belasan selamat, dan ratusan lainnya masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/IRSAN MULYADIPersonel Basarnas bersiap melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di Danau Toba pada Senin sore, dengan dilaporkan 1 penumpang tewas, belasan selamat, dan ratusan lainnya masih dalam proses pencarian.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Kamis (21/6/2018), melaksanakan kunjungan kerja ke Danau Toba, Sumatera Utara. 

Berdasarkan siaran pers resmi Mabes TNI, Panglima dan Kapolri akan melihat secara langsung proses pencarian korban hilang akibat tenggelamnya KM Sinar Bangun, Senin (18/6/2018) lalu. 

Baca juga: Konsolidasi Pencarian Korban KM Sinar Bangun, Menhub Bertolak ke Danau Toba

Panglima TNI sekaligus mengucapkan rasa duka cita mendalam atas penumpang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ia juga berharap penumpang lainnya segera ditemukan. 

Turut mendampingi kunjungan kerja itu, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Basarnas Marsdya TNI Syaugi dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi. 

Tampak pula Danjen Akademi TNI Laksda TNI Aan Kurnia, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Pangkoarmada 1 Laksda TNI Yudho Margono dan Dankormar TNI Laksda TNI (Mar) Bambang Suswantono.

Baca juga: KM Sinar Bangun Tak Miliki Manifes dan Surat Izin Berlayar

Diberitakan, KM Sinar Bangun mengalami kecelakaan kemudian tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin lalu. Sekitar 200 orang penumpang dilaporkan hilang. 

Hingga Rabu kemarin, total korban yang sudah ditemukan berjumlah 22 orang. Rinciannya adalah 19 orang ditemukan pada hari pertama, terdiri dari 14 laki-laki dan 5 orang perempuan. Satu orang di antaranya meninggal dunia. 

Adapun, tiga penumpang ditemukan Rabu siang dalam keadaan meninggal dunia. 

Baca juga: Masih Trauma, Nahkoda KM Sinar Bangun Belum Bisa Diperiksa

Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers, Rabu malam, menegaskan, peristiwa itu tidak boleh terulang di masa mendatang. 

Presiden meminta Kemenhub mengevaluasi seluruh standard keselamatan angkutan penyeberangan secara umum, termasuk di pelosok Indonesia. Jokowi juga meminta Kemenhub dan Dishub setempat rutin mengecek kelaikan angkutan penyeberangan. 

"Saya juga minta ke Kemenhub dan Dinas Perhubungan di daerah selalu rutin melakukan pengecekan berkala, demi keamanan dan keselamatan penumpang," ujar Jokowi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X