Kompas.com - 06/06/2018, 13:20 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). ANTARA/Indrianto Eko SuwarsoKapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan bahwa salah satu target Operasi Ketupat 2018 yakni mengamankan masyarakat dari kejahatan konvensional.

Bahkan, kata Tito, Polri akan menggelar operasi khusus untuk meringkus para pelaku kejahatan jalanan tersebut.

"Kejahatan konvensional, copet, jambret, tukang hipnotis, pembius dan lain-lain ini juga kami lakukan operasi khusus untuk itu," ujar Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (6/6/2018).

Namun, Tito tidak menjelaskan lebih lanjut terkait operasi khusus tersebut.

Baca juga: Kapolri: Menimbun Pangan Jelang Lebaran, Kami Pukul

Yang pasti, kata dia, kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya, Kapolri menyatakan bahwa Operasi Ketupat 2019 mencanangkan beberapa target dengan tujuan utamanya yakni menciptakan kondisi hari raya Idul Fitri yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Operasi Ketupat 2018 dalam rangka pengamanan Idul Fitri yang akan berlangsung 18 hari dari 7 juni sampe 24 Juni 2018," ujarnya.

Ia menuturkan, target pertama Operasi Ketupat 2018 yakni pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Diprediksi pada Jumat 8 Juni 2018, arus mudik akan dimulai.

Kedua, target stabilitas harga pangan jelang Lebaran.

Menurut Kapolri, berdasarkan penyataan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Dirut Bulog, stok pangan Lebaran aman.

Baca juga: Sopir Bus Angkutan Lebaran di Solo Jalani Tes Kesehatan

"Problem hanya tinggal masalah distribusi jangan sampai ada penimbunan, mafia yang main," kata mantan Kapolda Papua ini.

Ketiga, pengaman masyarakat dari kejahatan konvensional yang, belajar dari tahun-tahun sebelumnya, marak jelang Lebaran. Kejahatan tersebut yakni copet, jambret, hipnotis, sehingga pembiusan masyarakat.

Adapun target keempat yakni mengamankan masyarakat dari ancaman terorisme. Ia mmemastikan, jajarannya akan tidak akan berhenti untuk menumpas terorisme meski dalam jelang Lebaran.

Kompas TV Belasan kasus perampokan terjadi dalam tiga bulan terakhir di sejumlah titik di jalan umum kota Madiun.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah Akan Tatap Muka 100 Persen, Cek Data Vaksinasi Pelajar di Sini

Sekolah Akan Tatap Muka 100 Persen, Cek Data Vaksinasi Pelajar di Sini

Nasional
Nur Afifah Balqis, Tersangka Korupsi Usia 24 Tahun yang Pegang Uang Suap Rp 1 Miliar Bupati PPU

Nur Afifah Balqis, Tersangka Korupsi Usia 24 Tahun yang Pegang Uang Suap Rp 1 Miliar Bupati PPU

Nasional
IPW Minta Polri Usut Pelat Mobil Mirip Polisi di DPR yang Diduga Milik Arteria Dahlan

IPW Minta Polri Usut Pelat Mobil Mirip Polisi di DPR yang Diduga Milik Arteria Dahlan

Nasional
Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI Kembali Terjadi, Kemenlu: Bila Ingin ke Malaysia Gunakan Jalur Resmi

Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI Kembali Terjadi, Kemenlu: Bila Ingin ke Malaysia Gunakan Jalur Resmi

Nasional
Sebut Transformasi Energi Butuh Dana Besar, Jokowi: Indonesia Minta Kontribusi Negara Maju untuk Pembiayaan

Sebut Transformasi Energi Butuh Dana Besar, Jokowi: Indonesia Minta Kontribusi Negara Maju untuk Pembiayaan

Nasional
Wapres: PTM 100 Persen Harus Disesuaikan dengan Kondisi Pandemi

Wapres: PTM 100 Persen Harus Disesuaikan dengan Kondisi Pandemi

Nasional
KPK Lakukan Penggeledahan Paksa di Kantor Bupati Buru Selatan

KPK Lakukan Penggeledahan Paksa di Kantor Bupati Buru Selatan

Nasional
Arteria soal Pelat Nomor Mobilnya Mirip Polisi: Itu Tatakan

Arteria soal Pelat Nomor Mobilnya Mirip Polisi: Itu Tatakan

Nasional
OTT di Surabaya, KPK Amankan Sejumlah Uang

OTT di Surabaya, KPK Amankan Sejumlah Uang

Nasional
Di Sidang MK, Ahli dari Presiden Dorong Penelitian Efektivitas Ganja untuk Keperluan Medis

Di Sidang MK, Ahli dari Presiden Dorong Penelitian Efektivitas Ganja untuk Keperluan Medis

Nasional
Sosok Mayjen Teguh Pudjo Kandidat Pangkostrad, Lulusan Terbaik Akmil yang Sempat Viral

Sosok Mayjen Teguh Pudjo Kandidat Pangkostrad, Lulusan Terbaik Akmil yang Sempat Viral

Nasional
Satgas BLBI Sita 159 Bidang Tanah Milik Texmaco di 6 Kota, Berikut Rinciannya

Satgas BLBI Sita 159 Bidang Tanah Milik Texmaco di 6 Kota, Berikut Rinciannya

Nasional
Polri Berkoordinasi dengan BI Terkait Dugaan Kebocoran Data yang Viral

Polri Berkoordinasi dengan BI Terkait Dugaan Kebocoran Data yang Viral

Nasional
Kemenlu: 2 Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI di Perairan Johor Terjadi Berturutan

Kemenlu: 2 Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI di Perairan Johor Terjadi Berturutan

Nasional
Politikus PKS Sebut Peredaran Narkoba Makin Banyak, Ini Jawaban Kepala BNN

Politikus PKS Sebut Peredaran Narkoba Makin Banyak, Ini Jawaban Kepala BNN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.