Kapolri: Menimbun Pangan Jelang Lebaran, Kami Pukul

Kompas.com - 06/06/2018, 13:06 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangan pers terkait tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/5/2018). dok. YouTubeKapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangan pers terkait tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/5/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri memperingatkan kepada semua pihak agar tak menimbun bahan pangan untuk mendapatkan keuntungan berlimpah menjelang Lebaran 2018. Penimbunan bakal menimbulkan gejolak harga pangan di pasaran.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, jajarannya akan menindak tegas para mafia pangan yang beroperasi jelang Lebaran 2018.

"Jangan sampai ada penimbunan, ada mafia yang main, ini (akan) kami pukul," ujar Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (6/6/2018).

Baca juga: Menunggu Buwas Pelintir Mafia Pangan

Kapolri mengungkap, polisi sudah menangkap 495 orang yang diduga terlibat mafia pangan. Lebih dari 390 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Ia berharap, banyaknya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia pangan membuat siapapun mengurungkan niat untuk menimbun bahan pangan.

"Mudah-mudahan ini bisa menekan niat mereka memainkan komoditas pangan ini," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Berdasarkan keterangan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Dirut Bulog, kata Kapolri, stok pangan untuk Lebaran terkategori aman. Oleh karena itu, Polri fokus kepada distribusi pangan.

Baca juga: Pemerintah Lindungi Petani dan Konsumen dari Mafia Pangan

Bila menengok pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan harga pangan kerap terjadi lantaran adanya kelangkaan di pasaran.

Pemerintah selalu mengatakan bahwa hal itu terjadi akibat penimbunan barang oleh pihak-pihak yang coba mengambil keuntungan besar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X