Mendagri Minta Warga Proaktif Datangi Dukcapil untuk Rekam E-KTP

Kompas.com - 24/05/2018, 17:15 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo usai menghadiri hari jadi Provinsi Sumsel ke 72 tahun di Palembang KOMPAS.com/ Aji YK PutraMendagri Tjahjo Kumolo usai menghadiri hari jadi Provinsi Sumsel ke 72 tahun di Palembang
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik ( E-KTP) untuk proaktif mendatangi Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.

Hal tersebut disampaikan Tjahjo saat menyampaikan pengarahan pada Rakor Ditjen Bina Keuangan Daerah dan Sosialisasi tentang Pedoman Penyusunan APBD, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

“Tolong proaktif datangi dukcapil setempat jangan nanti pada hari H coblosan, 'saya kok enggak milih', lha KTP-nya enggak ada,” ucap Tjahyo.

Baca juga: Urus E-KTP di Palopo Cukup 4 Jam jika Aliran Listrik Tak Mati

Di sisi lain, Tjahjo juga meminta pihak Dukcapil jemput bola untuk merekam data KTP elektronik.

“Ada kota yang door to door bisa kecepatan integrasi jemput bola, hari libur juga buka karena persyaratan E-KTP penting untuk hak pilih pileg dan pilpres 2019,” kata Mendagri.

Belum lagi, kata Tjahyo, masih banyak data kependudukan ganda. Jumlahnya mencapai dua juta. 

“Yang ganda-ganda tadi yang tiga misalnya, harus dipastikan masih hidup atau sudah meninggal, tempat tinggalnya ada dimana supaya sesuai dengan DPT (daftar pemilih tetap) untuk di TPS (tempat pemungutan suara),” lanjut dia.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri meminta pejabat di daerah untuk memberikan pelayanan optimal terkait E-KTP. Tjahjo berharap warga bisa mendapatkan E-KTPnya tanpa harus menunggu berjam-jam, apalagi berhari-hari. 

Baca juga: Di Kendal, Membuat e-KTP Belum Bisa Sehari Jadi

“Enggak ada alasan blangko kurang. 10 menit selesai kecuali listrik mati atau komputer error bisa mundur tapi kalau dua-duanya aman saya tongkrongin di Merauke semua bagus 10 menit selesai,” tutur dia.

Selain itu, Tjahjo mengingatkan, agar warga yang belum melakukan perekaman tidak menyalahkan KPU ketika namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“15 juta remaja menginjak ke dewasa itu harus punya E-KTP. Yang ini problem terus tiap tahun,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Mahfud MD Tolak Tawaran Bantuan Dubes AS untuk Atasi Persoalan Natuna

Nasional
Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Bamsoet Nilai Banjir Jakarta Bawa Hikmah, Minimal Saling Kenal Tetangga

Nasional
Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Bamsoet Minta Golkar Hati-hati Usung Calon pada Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Jokowi Ingatkan Yasonna, Ketua MPR: Itu Berlaku untuk Semua Pejabat

Nasional
Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Golkar Sebut Penyederhanaan Partai di Parlemen Penting Dilakukan

Nasional
Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Nasional
Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Mahfud MD Akan ke Malaysia, Bahas Penculikan WNI oleh Abu Sayyaf

Nasional
Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Cerita Menhan Malaysia Naik Pesawat Buatan RI ke Jakarta, Penerbangan Jadi Lebih Lama

Nasional
Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Ketua MPR Minta BPK Audit Menyeluruh Jiwasraya, Asabri, hingga BPJS

Nasional
Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Menurut Mahfud MD, Indonesia dan Malaysia Sama-sama Ingin Jadi Negara Islami

Nasional
Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Nasional
Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X