Berita Populer: Soal 4 Staf Khusus Presiden dan Gerindra yang Laporkan 11 Akun Medsos - Kompas.com

Berita Populer: Soal 4 Staf Khusus Presiden dan Gerindra yang Laporkan 11 Akun Medsos

Kompas.com - 16/05/2018, 07:37 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pusat dan Daerah Tahun 2018 di Jakarta, Senin (14/5). Presiden mengingatkan agar dana desa yang telah dikucurkan dari 2015-2018 dengan total Rp187 triliun dipergunakan sebaik-baiknya dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/18.PUSPA PERWITASARI Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pusat dan Daerah Tahun 2018 di Jakarta, Senin (14/5). Presiden mengingatkan agar dana desa yang telah dikucurkan dari 2015-2018 dengan total Rp187 triliun dipergunakan sebaik-baiknya dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/18.

1. Jokowi Angkat 4 Staf Khusus Presiden, Ini Nama dan Profilnya

Presiden Joko Widodo mengangkat empat orang sebagai staf khusus presiden, Selasa (15/5/2018).

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pengangkatan empat orang itu berdasarkan keputusan Presiden.

"Presiden sudah menandatanganinya," ujar Pramono Anung di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Berikut profil empat staf khusus presiden tersebut:

1. Adita Irawati

Adita merupakan mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Dalam jabatan barunya ini, tugasnya adalah melaksanakan pembenahan pola komunikasi pada kementerian dan lembaga.

Menurut Pramono, kehumasan pada kementerian dan lembaga harus direvitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kehumasan kementerian dan lembaga kita masih memakai pola lama. Padahal, ini eranya media sosial. Butuh mereka yang memahami itu, membuat framing, membangun konten, dan sebagainya," ujar Pramono.

Baca selengkapnya: Jokowi Angkat 4 Staf Khusus Presiden, Ini Nama dan Profilnya

 

2. "Come On, Kita Tahu Pak Prabowo Itu Siapa..."

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). Acara Puncak Milad ke-20 PKS yang dihadiri sedikitnya 50 ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Ayo Lebih Baik untuk Indonesia Lebih Baik. ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18	ARIF FIRMANSYAH Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). Acara Puncak Milad ke-20 PKS yang dihadiri sedikitnya 50 ribu kader dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Ayo Lebih Baik untuk Indonesia Lebih Baik. ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18
Partai Gerindra tidak terima dituding partai pendukung terorisme oleh sejumlah pemilik akun media sosial.

Lantaran hal itu, partai besutan Prabowo Subianto itu mengambil sikap melaporkan 11 pemilik akun media sosial ke polisi.

"Partai yang punya nilai kebangsaan dituduh mendukung terorisme, come on, kita tahu Pak Prabowo itu siapa," ujar Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

"Pak Prabowo orang paling depan lawan terorisme. Pembebasan sandera di Papua, yang mimpin Pak Prabowo. Dia juga sampai saat ini tetap bersikap sebagai prajurit, tentara, tentu nilai patriotisme enggak pernah pudar," sambungnya.

Di dalam anggaran dasar partai, kata Habiburokhman, Gerindra secara tegas menyatakan bahwa landasan partai adalah Pancasila. Oleh karena itu, tak ada sikap atau tindakan partai yang menyimpang dari Pancasila.

Baca selengkapnya: Come On, Kita Tahu Pak Prabowo Itu Siapa...

Baca juga: Disebut Dukung Terorisme, Gerindra Laporkan Pemilik 11 Akun Medsos ke Polisi 

 

3. Batal Serang Mako Brimob, 2 Terduga Teroris Konsultasi ke Dosen

Warga berbondong-bondong ungkapkan bela sungkawa bagi anggota kepilisian yang gugur di Mako Brimob. Mereka menuliskan ungkapan duka di atas sebuah spanduk yang dibenatangan di CFD Minggu (13/5/2018).Kompas.com/Setyo Adi Warga berbondong-bondong ungkapkan bela sungkawa bagi anggota kepilisian yang gugur di Mako Brimob. Mereka menuliskan ungkapan duka di atas sebuah spanduk yang dibenatangan di CFD Minggu (13/5/2018).
Seorang dosen di Palembang, Sumatera Selatan, diduga ikut sebagai jaringan teroris yang hendak menyerang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan kedua terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror inisial AA (39) dan HK (38). Keduanya ditangkap di kawasan pasar KM 5 Palembang, Sumatera Selatan.

“Saat ditangkap di kawasan Pasar KM 5, keduanya hendak naik ojek menuju rumah dosen untuk konsultasi karena situasi di Brimob kondusif,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara, Senin (14/5/2018).

Zulkarnain menjelaskan, AA dan HK sebelumnya telah berada di Jakarta untuk merencanakan aksi mereka.

Karena batal, mereka memutuskan datang ke Palembang dengan menaiki bus antarkota untuk menemui seorang dosen.

Baca selengkapnya: Batal Serang Mako Brimob, 2 Terduga Teroris Konsultasi ke Dosen

Baca juga: 2 Terduga Teroris yang Tertangkap di Palembang, Berencana Serang Mako Brimob

 

4. Bupati Bengkulu Selatan dan Anggota Keluarganya Ikut Ditangkap KPK dalam OTT

Sejumlah awak media menunggu kedatangan KPK dikabarkan melakukan OTT terhadap Bupati Bengkulu Selatan Dirwan MahmudKOMPAS.COM/FIRMANSYAH Sejumlah awak media menunggu kedatangan KPK dikabarkan melakukan OTT terhadap Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang dalam rangkaian operasi tangkap tangan di Bengkulu Selatan, Selasa (15/5/2018) malam.

Salah satu yang dikabarkan terjerat OTT KPK adalah seorang bupati.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam operasi tangkap tangan tersebut, petugas KPK juga menangkap anggota keluarga bupati. Kemudian, pihak swasta dan pegawai negeri sipil (PNS).

"Empat orang sudah diamankan bersama tim. Ada kepala daerah/bupati dan keluarga bupati yang ikut diamankan," ujar Febri saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Febri mengatakan, dalam operasi tersebut tim KPK juga mengamankan uang sekitar Rp 100 juta.

Untuk sementara, dugaan penyuapan terhadap penyelenggara negara tersebut diduga ada kaitannya dengan salah satu proyek yang dikerjakan oleh pemerintah kabupaten.

Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud membantah dirinya menerima suap proyek.

Bantahan ini disampaikan Dirwan saat tiba di Mapolda Bengkulu sekitar pukul 23.15 WIB, Selasa (15/5/2018). Dirwan dikawal ketat aparat kepolisian.

"Saya tidak memahami. Saya tidak terima suap. Siapa yang memberi siapa yang menerima. Tanyakan dengan mereka ini," ujar Dirwan saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan.

"Saya tidak tahu apa-apa," tegas Dirwan.

Baca selengkapnya: Bupati dan Anggota Keluarganya Ikut Ditangkap KPK dalam OTT di Bengkulu Selatan

Baca juga:

Bupati Bengkulu Selatan: Saya Tidak Terima Suap

OTT Bupati di Bengkulu Selatan, KPK Amankan Uang Rp 100 Juta yang Diduga "Fee"

 

5. Putri Bungsu Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Jago Bela Diri dan Sering Ikut Kejuaraan

Rumah orangtua pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.KOMPAS.com/Achmad Faizal Rumah orangtua pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.
Ais (7), putri bungsu keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, dikenal memiliki prestasi dalam bidang olahraga bela diri. Bahkan dalam waktu dekat, dia dijadwalkan mengikuti kejuaraan bela diri di Malaysia.

Prestasi tersebut diungkap Nur, tetangga orangtua ibu dari keluarga bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya, Selasa (15/5/2018). 

"Ais itu jago bela diri, kapan hari katanya habis menang kejuaraan Tapak Suci di Solo, dan dalam waktu dekat katanya akan ke Malaysia untuk kejuaraan," kata Nur.

Ais adalah putri bungsu keluarga yang meledakkan bom di Mapolrestabes Surabaya pada Minggu lalu. Ayah, ibu, dan dua kakaknya tewas dalam ledakan tersebut. Ais selamat setelah terlempar 3 meter dari lokasi ledakan.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, Ais sudah menjalani operasi pengambilan serpihan ledakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim pada Senin malam kemarin.

"Saat ini masih proses pemulihan," ujarnya.

Keempat anggota keluarga yang tewas adalah Tri Ernawati (Ibu), Tri Murtono (bapak), Daf (anak pertama), dan Dar (anak kedua). 

Baca selengkapnya: Putri Bungsu Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Jago Bela Diri dan Sering Ikut Kejuaraan

Baca juga: Anak-anak Terlilit Bom dan Meledakkan Diri, Pelaku atau Korban? 

 

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X